Selasa, 18/10/2011 07:36 WIB

Royal Wedding Yogya

Akad Nikah Bertepatan dengan Hari Lahir Sri Sultan HB X

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menikahkan sendiri putri bungsunya, GKR Bendara dengan KPH Yudanegara. Akad nikah bertepatan dengan hari kelahiran Sultan yakni Selasa Wage berdasarkan penanggalan Jawa.

Karena itu sejak kemarin atau sehari sebelum jatuhnya weton/neptu Selasa Wage atau pada hari Senin Pon kemarin para abdi dalem kraton membuat beberapa sesajen untuk memperingati sebagai bentuk ungkapan rasa syukur.

Untuk prosesi akad nikah/ijab qobul akan dilakukan di Masjid Panepen, Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, hari Selasa (18/10/2011) pukul 07.00 WIB. Akad nikah akan dilakukan Sultan HB X sendiri seperti saat Sultan menikahkan putri-putrinya terdahulu.

Ijab qobul juga akan menggunakan Bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang akan digunakan saat akad nikah juga telah dituliskan dalam berkas di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kraton. Untuk urusan administrasi sudah selesai pada saat acara tantingan semalam.

Calon pengantin pria KPH Yudanegara akan menggunakan Bahasa Jawa saat ijab nanti. Seusai akad nikah pada pukul 10.00 WIB akan digelar prosesi panggih yakni dipertemukannya KPH Yudanegara dengan GKR Bendara di Bangsal Kencana.

Tamu VVIP yang bakal hadir diantaranya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama ibu negara Ani Yudhoyono, Wapres RI Boediono bersama istri Ny Herawati, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, mantan presiden BJ Habibie, mantan presiden yang juga Ketua Umum DPP PDIP Megawati, mantan wapres Hamzah Haz dan Jusuf Kalla serta sejumlah tamu dari lembaga tinggi negara lainnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bgs/her)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%