Detik.com News
Detik.com

Senin, 17/10/2011 18:53 WIB

Jual Kosmetik Tanpa Izin, Seorang WN Taiwan Diciduk Polisi

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Seorang warga negara (WN) asing asal Taiwan, CMS (60) diringkus aparat Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat karena menjual alat kosmetik import tanpa mengantongi izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI (BPOM RI). CMS diringkus bersama seorang WNI, yang juga rekannya ATJ (56).

ATJ dan CMS ditangkap di rumahnya di Komplek Bojong Indah Jalan Anggur II nomor 14, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat 30 September lalu. Polisi mengamankan ratusan botol alat kosmetik import berupa pewarna rambut, hair styling gel dan hair growth tonic.

"Rumah itu dijadikan gudang penyimpanan alat kosmetik," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Setija Junianta kepada wartawan, Senin (17/10/2011).

Menurut Setija, peredaran alat kosmetik tanpa izin itu sangat membahayakan konsumen, terutama kalangan perempuan. Tersangka, kata Setija biasa memasok barang-barang tersebut ke sejumlah salon kecantikan di beberapa kota besar.

"Semua kosmetik ini dipasok ke sejumlah salon di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia," ungkapnya.

Setija mengungkapkan, omset dari penjualan alat kosmetik ini tergolong besar, dalam sebulan para tersangka bisa mengantongi hingga Rp 100 juta. Disinyalir masih banyak terjadi import ilegal barang kosmetik yang dilakukan importir ke Indonesia. "Mungkin masih banyak lagi yang berbuat hal serupa dengan melibatkan orang asing," tandasnya.

Atas kasus tersebut, para tersangka dikenakan pasal 196 dan 197 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(did/her)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%