detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 11:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 17/10/2011 18:53 WIB

Jual Kosmetik Tanpa Izin, Seorang WN Taiwan Diciduk Polisi

Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Seorang warga negara (WN) asing asal Taiwan, CMS (60) diringkus aparat Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat karena menjual alat kosmetik import tanpa mengantongi izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI (BPOM RI). CMS diringkus bersama seorang WNI, yang juga rekannya ATJ (56).

ATJ dan CMS ditangkap di rumahnya di Komplek Bojong Indah Jalan Anggur II nomor 14, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat 30 September lalu. Polisi mengamankan ratusan botol alat kosmetik import berupa pewarna rambut, hair styling gel dan hair growth tonic.

"Rumah itu dijadikan gudang penyimpanan alat kosmetik," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Setija Junianta kepada wartawan, Senin (17/10/2011).

Menurut Setija, peredaran alat kosmetik tanpa izin itu sangat membahayakan konsumen, terutama kalangan perempuan. Tersangka, kata Setija biasa memasok barang-barang tersebut ke sejumlah salon kecantikan di beberapa kota besar.

"Semua kosmetik ini dipasok ke sejumlah salon di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia," ungkapnya.

Setija mengungkapkan, omset dari penjualan alat kosmetik ini tergolong besar, dalam sebulan para tersangka bisa mengantongi hingga Rp 100 juta. Disinyalir masih banyak terjadi import ilegal barang kosmetik yang dilakukan importir ke Indonesia. "Mungkin masih banyak lagi yang berbuat hal serupa dengan melibatkan orang asing," tandasnya.

Atas kasus tersebut, para tersangka dikenakan pasal 196 dan 197 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(did/her)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%