Detik.com News
Detik.com
Senin, 17/10/2011 17:05 WIB

Rumah Anis Matta di Utan Kayu Dibongkar Satpol PP

Indra Subagja - detikNews
Rumah Anis Matta di Utan Kayu Dibongkar Satpol PP
Jakarta - Rumah Wakil Ketua DPR Anis Matta dibongkar Satpol PP. Pangkal musababnya, pembangunan rumah di Jl Wahab RT 02/09, Utan Kayu, Jaktim itu tidak sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Jadi rumah itu izin IMB-nya 2 lantai, tetapi dibangunnya 4 lantai," kata Ketua RW 09, Sampang Nakula saat dihubungi detikcom, Senin (17/10/2011).

Pembongkaran itu dilakukan 10 petugas Satpol PP Kecamatan Matraman dengan dikawal 3 petugas kepolisian. Pembongkaran dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB.

"Adiknya Pak Anis sempat menolak, namun akhirnya dibongkar juga oleh Satpol PP," imbuh Sampang.

Anis dan keluarganya tinggal di rumah itu sejak 1980-an. Luas rumah dan tanah sekitar 300-an meter. Rumah itu sejak awal tahun ini direnovasi. Pembangunan rumah baru sebatas kerangka saja.

"Rumah itu ditinggali Pak Anis dan keluarga. Sementara direnovasi keluarganya mengungsi dahulu," tuturnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%