Detik.com News
Detik.com

Senin, 17/10/2011 16:20 WIB

Kisah Selingkuh Dokter, Claudia Menahan Tangis Saat Ayahnya Bersaksi

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Persidangan gugatan pencemaran nama baik dokter Mimi Korita oleh Claudia terus berlanjut. Claudia tidak kuasa menahan tangis saat ayahnya, Joshua bersaksi untuknya.

"Anak saya stress. Dulu dia periang, kini murung. Claudia stress berat," kata Joshua di depan ketua majelis hakim, M. Ali di PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Senin, (17/10/2011).

Selepas suami Claudia, Yahya, meninggalkan keluarga, perekonomian Claudia limbung. Apalagi mereka mempunyai 2 anak yang sedang tumbuh besar. "Terpaksa saya ikut banting tulang buat menambah biaya hidup anak saya. Saya kasihan dengan Claudia, pulang malam, harus banting tulang bekerja," ungkap Joshua yang telah menginjak usia kepala enam ini.

Mendapati kesaksian ini, perlahan air mata Claudia menetes. Seorang pengunjung sidang mengulurkan tisu untuk membasuh air mata tersebut. Mendapati cerita ini, seluruh pengunjung terdiam. Majelis hakim juga memilih diam hingga suasana ruang sidang menjadi hening.

"Dia menceritakan semua ke keluarga karena sudah tidak kuat menahan beban. Ini sangat berat," tutur Joshua.

Perubahan tersebut terutama saat Claudia mendapat perlakuan kasar dari suaminya. Usai tindakan kekerasan fisik, Yahya kabur dari rumah dan tidak memenuhi tanggungjawabnya selaku suami. Dirinya juga membantah tuduhan yang dilontarkan Mimi yang menyatakan Claudia menyebar fitnah ke RS tempat Mimi bekerja.

"Waktu itu, dia telpon ke RS lewat operator. Lalu disambungkan ke bagian klinik. Tapi Mimi tidak ada ditempat jadi Claudia meninggalkan pesan bahwa Cluadia menghubunginya," kata Joshua bersaksi.

Namun versi Mimi, dalam percakapan tersebut, Claudia menyebar isu kalau Mimi berhubungan suami istri dengan Yahya di ruang 2702. Ruang tersebut merupakan ruang istirahat para dokter yang berisi meja makan, televisi dan ranjang kecil. Pintu tidak bisa terkunci dan semua orang bisa keluar masuk ruang tersebut dengan bebas. " Anak saya telepon untuk minta klarifikasi masalah tersebut ke Mimi," tutup Joshua menyudahi kesaksian tanpa sumpah ini.

(nal/nal)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%