detikcom
Senin, 17/10/2011 14:43 WIB

Hatta Rajasa Percaya Segera Ada Pos Baru untuk Patrialis Akbar

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Menteri asal Partai Amanat Nasional (PAN) Patrialis Akbar direshuffle dari Kabinet Indonesia Bersatu II. Koleganya di PAN yang juga seorang menteri, Hatta Rajasa, yakin bakal segera ada pos baru untuk Patrialis.

"Sudah saya bicara dengan Patrialis. Saya tidak ingin menyampaikan sekarang sebelum nanti di mana persisnya. Walau pun tidak di kabinet, Patrialis tentu ada pos yang baru," kata Hatta sebelum rapat dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta,Senin (17/10/2011).

Ketika ditanya wartawan apakah Patrialis akan didapuk sebagai Dubes Arab Saudi, Hatta tidak membenarkan namun juga tidak membantah. "Saya belum bisa ngomong. Nanti. Saya nggak usah ngomong dululah," sambung Hatta.

PAN tidak masalah pos baru apa yang disiapkan untuk Patrialis. Sebab, pengabdian bisa dilakukan di mana saja. Terkait Azwar Abubakar yang ditunjuk menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN), Hatta menilai dia orang yang tepat.

"Semua itu untuk kebaikan. Apalagi dipercaya di PAN dan birokrasi. Dia adalah Ketua DPW PAN, pernah Gubernur Aceh, Wakil Ketua MPP PAN. Jadi representasi PAN tentu saja," sambung Menko Perekonomian ini.

Di tempat terpisah, mantan Ketum PAN Amien Rais mengatakan Patrialis akan menjadi hakim di Mahkamah Konstitusi. Hal itu diutarakan dia usai mengisi kuliah umum di kampus Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Senin (17/10).

"Tadi malam saya diberi tahu tokoh PAN, kalau Menkum HAM kita itu akan menjadi anggota hakim di MK," ungkap Amien Rais.

Patrialis akan digantikan oleh politisi Partai Demokrat Amir Syamsuddin. Amir akan mendapat bantuan Denny Indrayana di kursi wakil menteri.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vit/fay)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%