detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 03:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 17/10/2011 13:50 WIB

Amir Syamsuddin Bersyukur Didampingi Denny Indrayana di Kemenkum HAM

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Amir Syamsuddin akan menggantikan posisi Patrialis Akbar di Kementerian Hukum dan HAM. Amir bersyukur dirinya ditemani Denny Indrayana yang akan mendampinginya sebagai wakil menteri.

"Denny luar biasa. Sebagai Menkum HAM pun, menurut saya dia mampu," ujar Amir kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/10/2011).

Amir mengatakan, Denny merupakan sosok yang sangat luar biasa. "Denny menjadi profesor dalam usia semuda itu. Dia juga figur yang dikenal masyarakat luas," ujar praktisi hukum senior itu.

Merujuk pada kapasitas pribadi Denny, banyak masalah hukum di Indonesia yang mampu dia tangani. Masalah pembagian tugas akan Amir diatur setelah resmi dilantik Presiden SBY sebagai Menkum HAM yang baru.

"Wakil Menteri Hukum dan HAM bukan pajangan. Di negara-negara besar, lazim ada Wakil Menteri Hukum dan HAM," ujar Amir.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nal/nal)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%