Detik.com News
Detik.com
Senin, 17/10/2011 13:50 WIB

Amir Syamsuddin Bersyukur Didampingi Denny Indrayana di Kemenkum HAM

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Amir Syamsuddin akan menggantikan posisi Patrialis Akbar di Kementerian Hukum dan HAM. Amir bersyukur dirinya ditemani Denny Indrayana yang akan mendampinginya sebagai wakil menteri.

"Denny luar biasa. Sebagai Menkum HAM pun, menurut saya dia mampu," ujar Amir kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/10/2011).

Amir mengatakan, Denny merupakan sosok yang sangat luar biasa. "Denny menjadi profesor dalam usia semuda itu. Dia juga figur yang dikenal masyarakat luas," ujar praktisi hukum senior itu.

Merujuk pada kapasitas pribadi Denny, banyak masalah hukum di Indonesia yang mampu dia tangani. Masalah pembagian tugas akan Amir diatur setelah resmi dilantik Presiden SBY sebagai Menkum HAM yang baru.

"Wakil Menteri Hukum dan HAM bukan pajangan. Di negara-negara besar, lazim ada Wakil Menteri Hukum dan HAM," ujar Amir.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nal)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%