Detik.com News
Detik.com

Senin, 17/10/2011 13:10 WIB

TB Hasanuddin: Marciano Norman Cocok Jadi Kepala BIN

Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Jakarta - Presiden SBY telah menunjuk Letjen Marciano Norman untuk menggantikan Kepala BIN Jenderal (purn) Sutanto. Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai Marciano cocok untuk menduduki jabatan itu.

"Cocok, dia mantan Danjen Kobangdiklat TNI Angkatan Darat. Tidak ada masalah, kerja saja belum," kata TB Hasanuddin pada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/10/2011).

Terpilihnya Marciano berarti mengakhiri 2 tahun tugas Sutanto sebagai Kepala BIN. Sebelumnya, Marciano Norman menjabat terakhir kali sebagai Dankodiklat TNI AD dan pernah mengisi posisi Pangdam Jaya dan Komandan Paspampres.

Selain reshuffle di tubuh kementerian, Presiden SBY rupanya juga mengganti kepala lembaga tinggi negara. Kepala BIN Jenderal (purn) Sutanto digantikan oleh Letjen Marciano Norman.

"Saya Letjen Marciano pada saat menghadap Bapak Presiden beliau memberikan kepercayaan Kepala Badan Intelijen Negara," tutur Marciano di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nal/nal)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%