detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 14/10/2011 20:59 WIB

Tersangka Korupsi Tewas di Tahanan Polda Sumut

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Mantan Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga Kota Medan, Gindo Maranti Hasibuan, ditemukan tidak bernyawa di kamar mandi tahanan Markas kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Utara (Sumut), Jl. Medan-Tanjung Morawa, Jumat (14/10/2011). Saat ditemukan, tubuh korban tersungkur di lantai kamar mandi dengan bibir membiru.

Korban diketahui tewas setelah petugas mendobrak paksa pintu kamar mandi karena curiga korban tak kunjung keluar setelah satu jam masuk kamar mandi. Saat pintu terbuka, tubuh korban telah kaku dan detak nafas korban tidak terdengar lagi.

Petugas kemudian mendatangkan dokter untuk memeriksa kondisi korban. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumkit Bhayangkara Polda Sumut, Jl. Sei Padang Dalam, Medan.

Tim medis medis masih berupaya memompa jantung dan memberikan bantuan pernafasan, namun nyawa korban tidak tertolong lagi.

Keluarga korban yang mendengar informasi, langsung datang ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Anak perempuan korban, terlihat memeluk kepala ayahnya saat tim dokter memompa alat pernafasan yang dipasang di bagian mulut dan hidung korban.

Wakil Kepala Polda (Waka Polda) Sumt, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Sahala Allagan yang datang ke Rumkit Bhayangkara mengatakan, atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan guna menjalani proses otopsi untuk memastikan penyeban kematian korban.

"Pihak keluarga ingin jenazah diotopsi di Pirngadi Medan. Itu atas permintaan keluarga. Jadi belum dapat dipastikan penyebab meninggalnya korban," kata Allagan.

Gindo ditahan Tim Penyidik Polda Sumut sepekan lalu, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan 3 unit grader dan 1 unit asphalt mixing plat dengan total kerugian negara mencapai Rp 2,1 miliar yang bersumber dari dana P-APBD dan APBD Pemkot Medan tahun anggaran 2009.

Dalam kasus ini, Tim Penyidik Polda Sumut juga telah menahan tersangka lainnya.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rul/anw)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%