Detik.com News
Detik.com
Kamis, 13/10/2011 16:03 WIB

Macet Jakarta Penyebab Utama Mobil Pemadam Kebakaran Telat ke TKP

Suci Dian Firani - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kebakaran di DKI Jakarta paling banyak terjadi pada siang hari. Ironisnya, mobil pemadam kebakaran itu sering terlambat karena macet!

"Tanggap darurat kebakaran, kita melakukan percepatan tanggap kebakaran hingga 15 menit. Secara umum rata-rata kita sudah mengalami percepatan. Tapi pada jam-jam sibuk memang agak terhambat karena kemacetan memang menjadi faktor utama penghambat kami untuk sampai ke TKP," ujar Kepala Bidang Operasi Bina Damkar DKI Jakarta Subejo.

Hal itu disampaikan Subejo dalam konpers 'Kebijakan Prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta' di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2011).

Karena kemacetan yang menyebabkan mobil pemadam kebakaran terlambat sampai ke lokasi, pihaknya berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang seperti Dishub DKI dan kepolisian untuk menempatkan personelnya. Hal ini dimaksudkan agar bisa mengurai kepadatan yang terjadi.

Kemudian pihaknya juga meningkatkan kinerja operasi dengan menyediakan hidran sumber air pemadam. Air sungai sulit digunakan karena alasan teknis.

"Air sungai biasanya sulit untuk dimanfaatkan karena kendaran kami tidak bisa mendekat ke sungai," jelas dia.

Subejo juga memaparkan data-data peristiwa kebakaran dari Januari hingga 13 Oktober 2011. Dalam kurun waktu itu, kebakaran banyak terjadi di siang hari.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/vit)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%