detikcom

Kamis, 13/10/2011 15:28 WIB

Gempa Susulan Menghentak, Warga Lombok Teriak

Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Gempa susulan yang kembali melanda kawasan Nusa Dua, Bali, juga dirasakan oleh warga di Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski tidak sebesar yang pertama, namun gempa kedua cukup mengagetkan warga di daerah itu.

"Tadi kebetulan saya di jalan. Tiba-tiba ada gempa susulan, langsung saya teriak kepada orang-orang," kata salah satu warga Lombok Tengah, Arjuna, kepada detikcom, Kamis (13/10/2011).

Menurut Arjuna, gempa susulan terjadi sekitar pada pukul 16.00 WITA. Saat itu, ia tengah keluar rumah untuk berjalan-jalan di sekitar kampungnya. Gempa berlangsung tidak sampai 1 menit.

Guncangan gempa terasa lebih kecil dibanding gempa pertama yang terjadi sekitar pukul 11.16 WITA. "Gempa yang pertama saya keluar rumah," ucap dia.

Menurut Arjuna, tidak ada kerusakan yang terlihat di daerahnya pasca diguncang dua gempa. "Tidak yang rusak. Alhamdulillah semuanya aman," katanya.

Sebelumnya gempa berkekuatan 6,8 SR menggucang Nusa Dua. Gempa berkedalaman 10 Km itu membuat sejumlah bangunan di Bali dan Lombok rusak. Gempa juga membuat puluhan orang mengalami luka-luka.

Berdasarkan data BMKG, gempa susulan di Nusa Dua berkekuatan 5,6 SR.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(irw/asy)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%