detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 09:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Kamis, 13/10/2011 12:16 WIB

Dampak Gempa Bali, Sejumlah Rumah di Mataram Retak-retak

Kusmayadi - detikNews
Mataram - Gempa berkekuatan 6,8 skala richter (SR) yang mengguncang lepas pantai Nusa Dua, Bali, juga dirasakan hingga Lombok. Di Kota Mataram, warga yang merasakan gempa tersebut terlihat panik berhamburan keluar keluar rumah.

"Gempanya kuat sekali. Kami lari ke luar rumah. Tetangga-tetangga juga begitu," cerita seorang warga Kota Mataram, Sumar, kepada detikcom, Kamis (13/10/2011).

Sumar menambahkan, berdasarkan pemantauannya sejumlah rumah di kawasan Karang Bongkot tepatnya di Selatan Kota Mataram, mengalami retak-retak karena guncangan gempa.

"Kita mendengar ada bunyi gemuruh, rupanya ada genting jatuh," katanya.

Informasi yang dikumpulkan detikcom di lapangan, rumah-rumah yang mengalami retak-retak juga telihat di Kelurahan Karang Bedil, pusat Kota Mataram. Saking paniknya, beberapa orang pekerja bangunan yang sedang mengerjakan proyek di pondok pesantren yang terletak di kawasan itu, memilih lompat dari tembok setinggi tiga meter untuk menyelamatkan diri. Untungnya, tidak ada yang terluka.

Di Kantor Gubernur NTB, yang terletak di Jalan Pejanggik, Kota Mataram, sejumlah pekerja terutama yang berada di lantai tiga, juga terlihat berhamburan keluar gedung dan menyelamatkan diri di halaman kantor. Sebagian dari mereka berdzikir dan mengucap takbir.

Di tempat yang sama, ratusan orang yang tengah mengikuti perayaan Hari Pangan Sedunia, juga menghentikan aktivitasnya secara tiba-tiba. Wakil Gubernur NTB, Badrul Munir yang tengah memimpin rapat ketahanan pangan NTB mendadak juga menghentikan rapat.

Imbauan Wagub agar para pejabat yang menghadiri rapat tak panik, tak digubris. Sejumlah pejabat berebut hendak keluar ruangan.

Guncangan Gempa dirasakan cukup kuat. Bahkan ketika sudah berada di luar ruangan, goyangan gempa tetap terasa kuat. Sejumlah kendaraan yang tengah parkir di jalan samping Kantor Gubernur NTB, juga bergeser dari posisinya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(lia/lia)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%