Detik.com News
Rabu, 12/10/2011 22:48 WIB

Peran remaja Inggris dalam pendidikan seks

BBCIndonesia.com - detikNews
Kondom

Sekitar 72% remaja mengatakan mereka sebaiknya diberi peluang dalam menentukan kurikulum

Remaja di Inggris ingin lebih berperan dalam menentukan muatan kurikulum pendidikan seks di sekolah, menurut survei.

Jajak pendapat lebih dari 2.000 remaja berusia 14 sampai 18 tahun menyebutkan 78% tidak mendapat kesempatan untuk ikut menentukan isi pelajaran pendidikan seks.

Sekitar 72% remaja menyatakan mereka sebaiknya diberi kesempatan tersebut.

Jajak pendapat untuk kesehatan seksual yayasan Brook tersebut juga menemukan lebih dari satu dari lima orang (22%) menganggap pendidikan seks buruk atau sangat buruk.

Pemerintah mengatakan tengah meninjau bagian kurikulum ini di Inggris.

Survei 2.029 remaja di Inggris, Skotlandia, dan Wales menunjukkan lebih dari sepertiga (34%) berpendapat pendidikan seks di sekolah mereka bagus atau sangat bagus dan 40% mengatakan sedang-sedang saja.

Lebih dari setengah (52%) mengatakan hubungan atau emosi tidak dibicarakan cukup di kelas.

Situs porno

Sekitar satu dari tujuh remaja (13%) mengatakan mereka mendapatkan pengetahuan tentang seks dari guru pendidikan seks di sekolah.

Hanya sekitar 9% yang mengatakan mendapatkan informasi tentang seks dari ibu, ayah, atau kedua orangtua.

Lebih dari sepertiga (36%) mengatakan sebagian besar informasi tentang seks mereka dapat dari teman dan 10% mengatakan dari pacar.

Sekitar 14% mengatakan mereka mempelajari tentang subjek itu dari majalah, buku, lirik musik, video, atau TV.

Survei itu juga mengungkapkan 5% remaja belajar tentang seks melalui situs-situs pornografi di internet.

Survei tersebut diselenggarakan bulan September lalu oleh perusahaan Research Bods untuk anak-anak muda yang masuk dalam panel penelitian mereka.

Jules Hiller, wakil direktur Brook, mengatakan, "Anak-anak muda di Inggris perlu informasi yang berguna tentang seks...namun pendidikan seks di sekolah-sekolah menurun kualitasnya."

Juru bicara Departemen Pendidikan Inggris mengatakan, "Kami melakukan pengkajian ulang terkait kurikulum masalah sosial, kesehatan, dan ekonomi untuk memperkuat pelajaran dan menangani kelemahan berdasarkan laporan pengawas sekolah tahun lalu."

(bbc/bbc)

  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%