Detik.com News
Detik.com
Rabu, 12/10/2011 12:39 WIB

Dalam Kuliah Umum, Megawati Terkenang Saat Mahasiswi

M Rizki Maulana - detikNews
Dalam Kuliah Umum, Megawati Terkenang Saat Mahasiswi
Jakarta - Peristiwa 46 lalu berkelebat di benak mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. 46 Tahun lalu adalah saat dia masih menjadi mahasiswi. Kenangan itu melintas kala Mega memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 20 mahasiwa.

Dia menuturkan, 46 tahun lalu atau pada tahun 1965 adalah saat-saat setelah revolusi. Mahasiswa kala itu sedang semangat-semangatnya lantaran menjadi generasi baru revolusi.

"Pada saat 1965 saya jadi mahasiswa. Mahasiswa saat itu saling berantem. Saya termasuk yang dikejar-kejar mahasiswa lain. Pada saat itu saya bilang, 'Ngapain sih lo ngejarin gue. Mahasiswa itu bilang, 'Lo kan ikut bapak lo'," kisah Mega saat kuliah umum pemikiran pendiri bangsa edisi Soekarno di Megawati Institute, Jl Proklamasi No 53, Jakarta, Rabu (12/10/2011).

Menurut Mega yang dibalut blus batik biru tersebut, saat itu yang berkaitan dengan Soekarno dianggap salah oleh mahasiswa. Bahkan sampai sekarang, di generasi cucu Mega hal itu belum banyak berubah.

"Sampai sekarang pun edisi generasi cucu saya, di sekolahnya, Bung Karno masih dibilang sebagai pengkhianat bangsa. E...e...e... itu bagaimana dunia begitu modelnya. Indonesia tidak mengerti apa pokok pikiran dari Bung Karno," sambung presiden perempuan pertama di republik ini.

Mega tercatat pernah menjadi mahasiswi Fakultas Pertanian UNPAD Bandung pada 1965-1967. Namun Mega tidak menyelesaikan pendidikannya. Dia juga pernah kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1970-1972, namun juga tidak selesai.

(vit/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%