Rabu, 12/10/2011 12:03 WIB

Jumlah Pengangguran di Jakarta Berkurang 1 Persen per Tahun

Lia Harahap - detikNews
Jakarta - Sebagai ibukota negara, Jakarta diyakini mempunyai peluang yang besar dalam hal memperoleh kesempatan kerja. Keyakinan itu yang kemudian membuatnya semakin sesak akibat urbanisasi. Pada kenyataannya target pengurangan jumlah pengangguran hanya satu persen setiap tahunnya.

"Di dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) DKI Jakarta setiap tahun diminta menurunkan angka pengangguran sebanyak satu persen," terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Deded Sukendar, di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (12/10/2011).

Deded mengklaim, pihaknya berhasil memenuhi target menurunkan tingkat pengangguran. Jika pada tahun 2010 tingkat pengangguran di DKI Jakarta sebesar 580 ribu orang, tahun ini tercatat 'hanya' 520 ribu orang.

Ia menambahkan, penurunan angka tersebut sebagai salah satu bentuk keberhasilan dari kegiatan pameran bursa kerja yang diadakan Pemprov DKI Jakarta. Kegiatan rutin itu mendapat respon positif warga Jakarta.

"Bursa seperti itu terbukti efektif untuk mengatasi pengangguran," klaim Deded.

Deded mencontohkan, pada kegiatan bursa kerja yang baru-baru ini dilakukan, telah diikuti sedikitnya 7.200 peserta. Dari jumlah tersebut yang terserap, sebanyak 3.500 orang.

"Dari angka itu kita melihat bursa kerja ini sangat efektif. Kita pun berencana mengadakan kegiatan ini dua kali setahun," tambah Deded.

Melihat respon yang cukup baik itu, lebih jauh Deded menjelaskan, rencanya pada bulan November mendatang Disnakertrans DKI Jakarta akan mengembangkan sistem bursa kerja on line (BKOL). Selain itu, pihaknya terus mendorong mendorong usaha kecil dan menengah (UKM), terus mendorong penciptaan usaha mandiri, pembentukan wira usaha baru, dan teknologi tepat guna.

"Kita juga ada program penempatan tenaga kerja secara formal di dalam dan luar negeri," tandas Deded.

Dari data yang ia miliki, sepajang tahun 201, Jakarta memiliki 146.349 sektor usaha. Jumlah tersebut didominasi oleh sektor industri makanan yaitu sebanyak 39.676 atau 25,56 persen, sektor perdagangan sebesar 25.006 atau 17,09 persen, serta sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebanyak 17.517 atau 11,9 persen.

Sedangkan untuk data penempatan tenaga kerja di sepanjang 2011 yang tercatat sampai dengan September sebanyak 153.777 orang. Dengan rincian penempatan sektor formal sebanyak 151.972 orang atau 98,82 persen pada 298 perusahaan. Sementara sektor informal sebanyak 1.809 orang atau 1,18 persen.

(lia/lh)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel