Detik.com News
Detik.com
Selasa, 11/10/2011 13:30 WIB

Selidiki Bentrok di Timika, Polri Bentuk Tim Evaluasi

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Polri akan membentuk tim untuk menyelidiki bentrokan dalam aksi pekerja Freeport di Timika, Papua. Bentrokan ini menyebabkan 1 pendemo tewas dan 1 anggota Brimob kirits.

"Saat ini kami membentuk tim untuk kontrol dan evaluasi apa yang sebenarnya terjadi. Harus dilihat siapa yang bertanggung jawab," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Ketut Untung Yoga Ana saat dihubungi wartawan, Selasa (11/20/2011).

Yoga mengatakan tim ini akan berasal dari Polda Papua. Namun jika memang dibutuhkan bantuan, Mabes Polri akan ikut membantu. "Kalau mereka butuh bantuan dari Mabes, kita bantu," katanya.

Yoga mengelak menjelaskan apakah penggunaan peluru tajam memang diperlukan dalam demo tersebut. "Selarang sedang diperiksa, kita tunggu saja," katanya.

Saat ditanya mengenai kecaman Amnesti Internasional mengenai bentrokan itu, Yoga menjelaskan polisi mempunyai tanggung jawab untuk mengendalikan dan mengurangi risiko sekecil apapun agar tidak banyak korban.

"Pertimbangan-pertimbangan petugas dilakukan agar tidak banyak korban, maka dilakukan langkah tegas," katanya.

Briptu Jamil terluka parah saat mengamankan aksi massa yang berumlah ribuan tersebut. Briptu Jamil diduga dikeroyok massa dan sempat dibuang ke sungai. Sedangkan satu orang yang tewas yanni Petrus Ayamesiba dari pihak pendemo.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/fay)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%