detikcom
Senin, 10/10/2011 04:23 WIB

19 Orang Tewas dalam Bentrokan di Mesir

Hery Winarno - detikNews
Foto: AFP
Jakarta - Sembilan belas orang yang sebagian besar Kristen Koptik dikabarkan tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Mesir. Pemicu bentrokan diduga akibat kekhawatiran perselisihan sektarian baru.

Seperti dikutip dari AFP, Senin (10/10/2011), enam belas orang Koptik tewas dalam amukan yang meletus pada saat demonstrasi yang terjadi distrik Maspero di Sungai Nil.

Seorang imam bernama Daud mengatakan, setidaknya lima dari mereka tewas karena ditabrak kendaraan militer. Data dari Kementerian kesehatan mengatakan 19 orang tewas dan 156 terluka akibat bentrokan tersebut.

Para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru-hara dan tentara menjaga gedung televisi negara. Unjuk rasa tersebut mengalami jalan buntu yang berujung pada bentrokan.

"Demonstran mulai melemparkan batu dan membakar dua mobil," ujar seorang koresponden AFP. Saluran televisi setempat menyebut bahwa yang terbakar tersebut salah satunya kendaraan militer.

Pasukan keamanan menembak ke udara untuk membubarkan kerumunan massa, saat itulah bentrokan mulai pecah.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(her/asp)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%