Minggu, 09/10/2011 20:09 WIB

Laporan dari Arab Saudi

Senin, Jamaah Calon Haji Mulai Tinggalkan Madinah Menuju Makkah

Nurul Hidayati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Jamaah haji gelombang I saat ini terkosentrasi di Madinah untuk menunaikan salat arbain (salat 40 waktu). Perpindahan ke Makkah akan dimulai Senin petang esok, diawali oleh kloter 1 BTH (Jambi) dan kloter 1 JKS (Kab Tasikmalaya).

"Batas akhir pelaksanaan arbain untuk BTH 1, Senin (10/10) shalat ashar, maka begitu zhuhur, jemaah kloter itu sudah mengemas barang-barangnya untuk dibawa ke bus. Untuk JKS 1, akan diberangkatkan setelah magrib," kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Akhmad Jauhari di Kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Arab Saudi, Minggu (9/10/2011).

Akhmad Jauhari menegaskan pergeseran jamaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah sesuai dengan bayan tarhil atau bentuk kesepakatan memenuhi masa tinggal yang dikeluarkan pihak majmuah yang disetujui ketua kloter untuk memulai penghitungan waktu salat arbain.

"Nantinya Kasi Bimbingan Ibadah akan menghitung, betul tidaknya jamaah haji itu sudah mencapai 40 waktu salat selama di Madinah," kata Akhmad.

Penghitungan masa dimulai dan berakhirnya salat arbain tak selamanya berlangsung mulus. Majmuah, korporasi pengurus haji di Saudi, seringkali berbeda pendapat dengan ketua kloter maupun Kasi Bimbingan Ibadah terkait perhitungan itu.

"Biasanya ada perbedaan pandangan, tapi akhirnya ada titik temu antara ketua kloter dan majmuah," ujarnya.

Akhmad mengatakan bahwa sebagian kecil jemaah tidak bisa penuh melaksanakan arbain karena faktor sakit, tersesat jalan atau pun karena faktor lain. Biasanya, selama di Madinah setiap kloter akan memenuhi masa tinggal antara 8-9 hari guna melengkapi salat 40 waktu.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nrl/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%