Minggu, 09/10/2011 07:12 WIB

Wow! Politikus Wanita Polandia Rela Striptis dalam Kampanye

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
(Foto: ology.com)
Warsawa - Ada-ada saja yang dilakukan politikus wanita Polandia ini. Demi mengkampanyekan partai politiknya, politikus tersebut rela melakukan aksi striptis. Video yang merekam sensualitas wanita itu juga tampil di beberapa situs. Wow!

Demikian seperti diberitakan orange.co.uk, Jumat (7/10/2011). Politikus wanita tersebut bernama Katarzyna Lenart (23), yang merupakan salah satu kandidat anggota parlemen dari Partai Aliansi Demokrasi Kiri (Democratic Left Alliance/SLD).

Dalam video yang berdurasi 40 detik tersebut, Lenart melakukan aksi melucuti pakaiannya satu per satu demi menarik perhatian para pemilih. Dalam video yang juga diunggah ke Youtube ini, Lenart tampak duduk di atas kursi dan masih mengenakan baju yang sopan, yakni setelan blazer dan celana berwarna hitam ketat lengkap dengan dasi warna senada.

Tapi kemudian Lenart tampak mulai melepaskan dasi yang dikenakannya dan melemparkannya ke arah kamera. Selanjutnya Lenart pun berdiri dan mulai melepas blazer dan kemeja warna putih yang dikenakannya hingga akhirnya hanya terlihat pakaian dalamnya berwarna merah muda.

Tak berhenti, Lenarta melanjutkan aksinya dengan menanggalkan pakaian dalamnya. Namun seketka munculnya tulisan 'sensor' di tengah layar dan menutupi payudara Lenarta yang sudah tidak mengenakan apapun.

Lantas muncul tulisan slogan dalam bahasa Polandia yang berarti: 'Ingin lebih? Pilih SLD. Kita dapat melakukan lebih.'

Lenart yang mewakili partai SLD untuk wilayah Lublin ini diketahui masih berstatus mahasiswa ilmu politik. Dia sendiri mengaku melakukan aksi kampanye yang tak lazim tersebut demi menarik perhatian masyarakat.

"Saya pikir inilah saat untuk membuat kehebohan. Sasaran kampanye saya adalah orang-orang muda dan sayangnya, orang-orang muda hanya tertarik pada hal-hal yang kontroversial," tutur Lenart.

Namun ternyata, aksi kampanye Lenart yang nyentrik ini memancing protes dari partai SLD yang menaunginya. Para pemimpin SLD menilai, aksi Lenart ini berlebihan.

"Siaran politik partai seperti ini seharusnya tidak terjadi. Kami pikir kampanye model seperti ini tidak sesuai dengan politik sayap kiri. Kita seharusnya memberlakukan larangan iklan sensual," ujar juru bicara partai SLD, Tomasz Kalita.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nvc/lrn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%