detikcom
Sabtu, 08/10/2011 14:46 WIB

Inilah Keterkaitan Beni Asri dengan Tersangka Bom Cirebon Lainnya foto

Mega Putra Ratya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Densus 88 telah menangkap sejumlah buronan terkait bom yang meledak di Masjid Az Zikra Polres Cirebon (15/4). Salah satu yang ditangkap adalah Beni Asri (26). Apa peran Beni dan keterkaitannya dengan DPO lain?

Dalam rilis yang dibagikan Divisi Humas Mabes Polri, Sabtu (8/10/2011) disebutkan Beni menyimpan sejumlah bom di rumahnya.

Sekitar satu minggu setelah kejadian peledakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh M Syarif, Musolah datang membawa tas ransel warna coklat yang berisi bom milik Ishak. Selanjutnya tas tersebut oleh Musolah dititipkan kepada Beni Asri.

Setelah 3 hari kemudian Musolah datang lagi dengan membawa tas ransel warna biru tua yang selanjutnya mengeluarkan sebuah barang yang dibungkus dengan sajadah dan bungkusan sajadah tersebut dimasukkan ke dalam tas warna coklat yang dibawa sebelumnya.

Sekitar seminggu kemudian Musolah menghubungi Beni via SMS yang berbunyi "Ben, yang di tas dibuang saja," selanjutnya Beni menjawab "Yoi". Namun Beni tidak membuang tas tersebut karena Beni berpikir bahwa yang berada didalam tas tersebut adalah bom.

5 hari kemudian Heru Komarudin datang ke rumah Beni dan menanyakan "Ben, titipan Musolah sudah dibuang belum?" dijawab oleh Beni "Belum". Selanjutnya Heru mengatakan "Ya sudah besok aku ambil, aku saja yang buang,". Sebelum dibuang Beni dan Heru sempat membuka tas ransel tersebut. Ternyata isi tas tersebut adalah satu rangkaian bom yang berbentuk pipa putih dengan panjang 20 cm sebayak 10 buah yang disatukan dengan lem dan dikaitkan dengan lakban warna hitam dan rangkaian dengan kabel-kabel yang dibungkus dengan sajadah biru berserta bom berupa 1 pack korek api kayu jumbo, baut, serbuk hitam keabu-abuan dan serbuk merah. Selanjutnya setelah dirapikan tas ransel itu dibawa pergi dari rumah Beni.

Perkenalan Beni Dengan Tersangka Bom Cirebon Lainnya:Next

Halaman 1 2


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mpr/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%