Jumat, 07/10/2011 16:48 WIB

Laporan dari Arab Saudi

Jamaah Haji yang Belum Berangkat Diimbau Ikuti Berita dari Tanah Suci foto

Nurul Hidayati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Madinah - Prosesi pemberangkatan calon jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi sebanyak 221 ribu orang masih terus berlangsung. Di Madinah saat ini 'baru' terkumpul 28 ribuan jamaah Indonesia yang berdatangan sejak 2 Oktober 2011. Bagi jamaah yang masih berada di Indonesia, diminta untuk mengikuti berita haji dari Tanah Suci agar 'tidak kaget'.

"Kami imbau jamaah yang belum berangkat untuk proaktif mengikuti perkembangan yang ada di sini. Misalnya tentang suhu udara, dinamika yang muncul dan sebagainya," saran Kepala Bidang Keamanan (Kabid PAM) Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) yang berkedudukan di Jeddah, Kolonel Bambang Siswoyo, saat bertandang ke kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Jumat (7/10/2011).

Suhu udara di Madinah hari Jumat siang ini berkisar 35-41 derajat Celcius, malam hari 28 derajat Celcius. Angin menghembuskan udara panas/kering. Kelembaban sangat rendah, yaitu 13-16 persen. Bandingkan dengan cuaca Jakarta hari ini yang berada pada suhu 24 hingga 33 derajat Celcius dan kelembaban 49 hingga 73 persen.

Cuaca di Madinah terasa terik di sidang hari dan malam hari hawa tetap tak bisa dibilang sejuk. Rendahnya kelembaban membuat bibir kering dan pecah serta darah kering muncul di hidung. Tapi itu bisa diantisipasi dengan banyak makan buah segar dan minum air, memakai lip balm serta membasahi masker. Meski terik, keringat tidak banyak keluar seperti di Indonesia.

Sedangkan dinamika yang muncul di Madinah adalah adanya kasus perampasan atau penipuan, kehilangan uang atau barang, serta jamaah nyasar.

Perampasan atau penipuan dilaporkan oleh sejumlah orang, baik saat tersesat jalan maupun saat berada di dalam area Masjid Nabawi. Karena itu, jamaah disarankan tidak mudah percaya pada orang yang mengaku sedaerah yang baru dikenal, yang biasanya sok akrab dan menawarkan kebaikan tertentu. Laporan kehilangan uang atau barang di penginapan maupun di masjid juga terjadi sehingga jamaah disarankan untuk membawa uang atau harta secukupnya saja.

Jamaah juga diimbau mengantongi kartu nama hotel dan bepergian secara berombongan, serta mengunci kamar dan kopor.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nrl/vit)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%