Detik.com News
Detik.com

Jumat, 07/10/2011 13:14 WIB

Hilangkan Kesan Angker, Makam di Jakarta Akan Dibuat Rata

Lia Harahap - detikNews
Hilangkan Kesan Angker, Makam di Jakarta Akan Dibuat Rata Foto: Ilustrasi
Jakarta - Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, akan mengubah konsep tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta. Ke depan, untuk menghilangkan kesan angker, tanah makam tidak akan lagi dibuat model gundukan melainkan rata dengan tanah.

Saat ini usulan tersebut sudah dimasukan dalam revisi Perda nomor 3 tahun 2007 tentang Pemakaman.

"Kita akan ajukan revisi perda tersebut, agar tidak ada lagi gundukan tanah," terang Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Catharina Suryowati, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/10/2011).

Catharina menjelaskan, makam yang rata dengan tanah itu nantinya akan ditandai dengan plakat yang ditanam di tanah. Dia menjelaskan, aturan tersebut sengaja dibuat karena saat ini banyak masyarakat yang melanggar aturan yang ditetapkan mengenai tinggi gundukan pada tanah makam. Sesuai perda, gundukan tanah harusnya tidak melebihi 10 centimeter.

"Namun belum ada draf tentang revisi dari perda yang akan kita ajukan," ujarnya.

Catharina mengakui, pihaknya merasa sedikit kesulitan ketika harus melakukan penataan makam. Sebab, ahli waris biasanya mempunyai keinganan yang berbeda-beda untuk menata makam keluarganya.

"Banyak ahli waris yang menolak saat kita akan melakukan penataan. Mereka punya keinginan dan penataan yang berbeda-beda, katanya mereka si itu keinginan dari almarhum," papar Catharina.

Lebih jauh Catharina menjelaskan, selain melarang menggunakan gundukan tanah, pihakknya juga akan melakukan plakatisasi makam yaitu mengganti batu nisan dengan plakat. Tujuannya tidak lain agar semua makan di TPU terlihat seragam sehingga menambah nilai estetika dan menghilangkan kesan angker.

"Beberapa ahli waris kadang mengganti dengan batu nisan. Padahal program ini gratis," tandasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lia/vit)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%