Kamis, 06/10/2011 17:05 WIB

Kapolres Takalar: Ibu Melahirkan Batu Permata Itu Bohong

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Takalar - Heboh cerita Hartina, perempuan yang melahirkan batu permata di Takalar, Sulsel, ditanggapi oleh Kapolres Takalar AKBP Andi Asdi. Kapolres menegaskan kisah itu bohong. Suami Hartina yang merupakan anggota Polres Takalar pun mendapat peringatan.

Kapolres Takalar AKBP Andi Asdi, menyebutkan pengakuan Hartina, istri Briptu Mardona yang merupakan anggota Polres Takalar, sebagai suatu kebohongan. Kisahnya soal melahirkan ratusan batu permata disebutnya tidak benar.

"Informasi yang menyebutkan istrinya melahirkan permata tidak betul dan tidak masuk akal," kata AKBP Asdi kepada detikcom, Kamis (6/10/2011).

Menurut Asdi, kabar peristiwa yang dialami istri bawahannya itu hanya reka-rekaan Hartina dan tidak bisa dikaitkan dengan profesi suaminya yang mengabdi di Polres Takalar. Asdi mengaku sudah menegur suami Hartina terkait kisah persalinan ajaib yang dialami istrinya.

"Saya sudah sampaikan ke Briptu Mardona agar tidak menyampaikan opini yang bisa menyesatkan masyarakat," kata perwira polisi berpangkat dua bunga melati ini.

Asdi menambahkan, dari informasi yang berhasil dia himpun, termasuk dari keterangan Briptu Mardona, Hartina pernah mengalami kelainan semacam tumor di perutnya. "Pernah berobat di orang pintar," kata dia.

Sebelumnya Hartina pernah mengaku diperiksa USG di RS Bhayangkara, Makassar karena suaminya polisi. Namun saat dikonfirmasi, tidak ditemukan data pasien hamil atas nama Hartina yang bersuamikan Briptu Mardona.

"Saya juga baru tahu dari televisi dan koran. Saya sudah periksa data-data nama pasien, ataupun nama suaminya, itu tidak ada di sini," ujar staf data La Ode Syarifuddin, di RS Bhayangkara, Jl Mappaoddang, Makassar.

Lantas, apa jawaban dari Hartina? Rupanya sepanjang hari ini dia menolak ditemui para wartawan yang menunggu di kantornya, Dinas Kesehatan Pemkab Takalar. Begitu melihat ada wartawan, dia langsung masuk ke dalam ruangan.

Saat coba dihubungi wartawan, Hartina berkata, "Saya lagi kurang sehat." Hartina lantas mematikan ponsel.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mna/fay)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%