QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 21:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 06/10/2011 00:36 WIB

AS tak bisa tutup kekurangan anggaran NATO

BBCIndonesia.com - detikNews
Leon Panetta

Panetta mengatakan AS juga memangkas anggaran militer dalam 10 tahun ke depan

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta memperingatkan bahwa di masa depan AS tidak bisa menutup pendanaan NATO ketika negara-negara Eropa memangkas anggaran pertahanan.

Hal ini disampaikan Panetta sebelum mengikuti pertemuan tingkat menteri NATO di Brussels, Belgia hari Rabu (05/10).

"Banyak pihak berasumsi bahwa anggaran AS begitu besar sehingga bisa menutup kekurangan anggaran NATO," kata Panetta.

"Padahal kami juga mengurangi anggaran yang jelas akan berdampak pada kemampuan NATO," imbuhnya.

Panetta menegaskan bahwa Washington melakukan pengurangan anggaran pertahanan sebesar US$450 miliar dalam periode sepuluh tahun ke depan.

Anggaran AS

Mantan direktur CIA menyebut pemangkasan ini berat namun masih bisa dilakukan.

Namun jika Kongres AS gagal mengatasi defisit anggaran tahun ini, lanjut Panetta, Departemen Pertahanan mungkin akan menghadapi pemangkasan lebih lanjut.

Para wartawan mengatakan pengurangan ini akan berdampak besar terhadap kekuatan militer AS.

Namun dengan anggaran militer yang mencapai US$700 miliar, anggaran ini jauh lebih besar dari total anggaran pertahanan 27 anggota NATO.

Sejak beberapa waktu lalu AS mendesak negara-negara Eropa untuk bekerja sama menanggung beban NATO.

Dan desakan ini kembali disampaikan Panetta Rabu (05/10) ini.

Ia meminta negara-negara anggota NATO mengkoordinasikan pengurangan anggaran militer.

(bbc/bbc)

Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%