Detik.com News
Detik.com
Rabu, 05/10/2011 11:27 WIB

Fahri Hamzah Tetap Ingin Ikut Pilih Pimpinan KPK

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Fahri Hamzah Tetap Ingin Ikut Pilih Pimpinan KPK Fahri Hamzah
Jakarta - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menuai kecaman publik karena idenya membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, ia tetap ingin ikut memilih pimpinan KPK.

Hal tersebut disampaikan Fahri kepada detikcom, Rabu (5/10/2011).

Fahri mengusulkan agar fit and proper test pimpinan KPK diperpanjang. Ia ingin KPK punya pimpinan yang lebih baik dari saat ini.

"Makanya fit and proper itu harus lebih lama kalau perlu 1 minggu. Kalau begini cuma cengar-cengir cari popularitas," ujar Fahri.

Ia pun tak pernah menyesal dengan ucapannya terkait eksistensi KPK. Ia yakin tak dipecat karena kritik kerasnya terhadap lembaga pemberantas korupsi tersebut.

"Satu-satunya lembaga yang boleh ngomong ya di DPR. Anda menggaji saya untuk kritis kepada siapa pun. Ini tugas jadi rakyat. Saya nggak boleh dipecat karena omongan," ujarnya yakin.

"KPK yang harus menjaga omongan karena dia penegak hukum, nggak boleh menanggapi omongan dewan," tandas Ketua DPP PKS ini.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/irw)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
MustRead close