Selasa, 04/10/2011 20:03 WIB

Mengaku Melahirkan Ratusan Permata, Hartina Hebohkan Takalar

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Warga Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan dibikin heboh dengan pengakuan seorang ibu, yang menyebutkan dirinya melahirkan ratusan biji permata, pada 16 september lalu, saat ia tengah hamil 7 bulan masa kandungannya.

Perempuan itu bernama Hartina (26 tahun), seorang PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, yang merupakan pasangan dari Mardona (26 tahun), seorang anggota polisi berpangkat Briptu di Polres Takalar. Pasangan ini menikah pada bulan Juni 2010 lalu.

Mardona, suami Hartina yang ditemui wartawan di kediamannya menyebutkan sebelum melahirkan seorang diri di rumahnya, istrinya mengandung seperti ibu hamil pada umumnya. Bulan demi bulan dilalui istrinya dengan proses kehamilan yang umumnya terjadi pada wanita.

"Istri saya nyaris depresi akibat peristiwa ini, karena kami sudah mempersiapkan kelahiran bayi kami, dia juga merasa malu ke tempat dinasnya," pungkas Mardona.

Akibat pengakuan Hartina dan keluarganya, rumah Hartina di Desa Malewa, Kecamatan Polongbankeng Utara, Kabupaten Takalar sontak ramai dipadati warga yang penasaran ingin melihat ratusan permata berwarna-warni yang katanya dilahirkan oleh Hartina. Keluarga Hartina pun tak segan membagikan permata "ajaib" itu pada sanak familinya yang berkunjung.

Sementara menurut dr Irnawati Sp.OG, ahli Obstetri & Ginekologi RSB Fatima, Makassar, yang ditemui wartawan di kantornya, di Jalan Gunung Merapi, menyebutkan peristiwa ibu yang melahirkan ratusan permata secara medis tidak mungkin terjadi dan sangat meragukan, karena tidak ada orang yang menyaksikan proses persalinan Hartina.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mna/anw)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%