Senin, 03/10/2011 12:53 WIB

Pria Tegap Pengawal Olly Dondokambey Mengaku Keluarga

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Pagi ini Wakil Ketua Badan Anggaran Olly Dondokambey mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan dikawal oleh puluhan pria berbadan tegap. Belakangan mereka mengaku memiliki hubungan keluarga dengan Olly.

"Kami dari keluarga Pak Olly," ujar Rico, pria yang 'mengamankan' Olly ketika masuk di gedung KPK tadi pagi, Senin (3/10/2011).

Selain mengaku sebagai keluaarga, Rico mengaku sangat mengenali pribadi Olly. Meski begitu dia tidak memiliki nama belakang yang sama dengan Olly.

"Enggak. Saya kan dari pihak keluarga ibu. Tapi saya sangat kenal, namanya juga keluarga," kelit Rico sekenanya.

Lalu apa tujuan Rico dkk ke gedung KPK hari ini?

"Kita mau lihat saja. Kan ada keluarga lagi di sini, ya mengawal. Namanya juga keluarga," papar pria tegap berambut gondrong ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 20 orang berbadan tegap hadir di gedung KPK sejak sekitar pukul 08.00 WIB, hari ini. Belum diketahui apa kepentingan mereka di sana, namun mereka hanya berbincang satu sama lain.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/fay)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%