Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 01/10/2011 18:06 WIB

Kontingen POPNAS 5 Provinsi Protes Diinapkan di Hotel Mesum

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kontingen perserta Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XI dari lima provinsi mengeluhkan soal penginapan para atletnya. Ini sehubungan para pelajar itu diinapkan panitia pelaksana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau di hotel yang banyak terdapat pekerja seks komersil (PSK).

"Kami ada lima provinsi nginap di Hotel Holyday di Pekanbaru ini. Masak anak didik kami diberikan fasilitas hotel yang isinya tiap malam banyak perempuan nakalnya," kata official dari Kontingen Provinsi Bengkulu, Aswandi kepada wartawan di Hotel Holyday, Jl Tanjung Datuk, Pekanbaru, Sabtu (1/10/2011).

Lima kontingen yang diinapkan di hotel esek-esek itu selain Bengkulu, ada Sumatera Barat (Sumbar) Kepuluan Riau (Kepri) Bangka Belitung (Babel) dan Sulawesi Utara (Sulut). 5 kontingen ini khusus pada cabang olahraga atletik.

"Sangat tidak layak sekali, para pelajar diinapkan di hotel yang banyak menginap lontenya. Dari pertama kali kami datang, sudah curiga, ini hotel kok banyak perempuannya. Setiap malam dengan kasat mata kita bisa melihat hotel ini tempat perbuatan mesum. Masak panitia memberikan penginapan untuk pelajar yang seperti ini," keluh Aswandi.

Hal senada juga diungkapkan, Otong Wijaya pelatih atletik dari kontingen Provinsi Sumbar. Menurutnya, sarana hotel untuk pelajar yang diberikan panitia di Riau saban malam kerap dijadikan ajang penginapan PSK.

"Setiap malam PSK itu selalu membuat suasana gaduh, sehingga mengganggu istirahat atlet kita. Kadang pintu kamar tempat menginap PSK itu juga dibuka begitu saja dengan pakaian yang minim. Pemandangan seperti itu sudah kami lihat sejak masuk hotel ini pada 28 September lalu," kata Wijaya kepada wartawan.

Keluhan juga disampaikan kontingen Provinsi Babel Isdani. Di dalam kamar hotel Holyday tidak tersedia lemari pakaian. Ini menunjukan bahwa hotel tersebut hanya tempat transit wanita malam.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(cha/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%