Sabtu, 01/10/2011 07:01 WIB

Belum Pulih Dampak Topan Nesat, Filipina Diterjang Topan Nalgae

Anwar Khumaini - detikNews
Foto: Reuters
Manila - Belum reda musibah banjir yang melanda kawasan Filipina akibat topan Nesat, kini musibah angin topan melanda negeri tetangga tersebut. Padahal lebih dari satu juta orang masih kebanjiran akibat musibah banjir yang telah menewaskan lebih 40 orang itu.

Di wilayah Luzon, angin topan Nalgae berhembus 75 kilometer per jam. Belum ada laporan adanya korban jiwa atas badai ini.

Ilmuwan Craciano Yumum memperingatkan bahwa topan ini bisa menimbulkan dampak yang tak kalah buruk dengan topan Nesat, yang menewaskan sedikitnya 48 orang dan 30 orang hilang.

"Masyarakat harus memonitor terus situasi dan mengikuti petunjuk pemerintah setempat," katanya seperti dilansir AFP. Dia memperingatkan, saat topan Nesat terjadi, warga yang tidak mengikuti petunjuk pemerintah banyak yang menjadi korban.

"Mereka iya-iya saja saat diberi peringatan, tapi menolak saat hendak dievakuasi," kata Yumul, yang merupakan supervisior di badan cuaca setempat saat diwawancarai Radio DZMM.

Nesat sebelumnya menerjang Pulau Luzon, Fipina pada Selasa, 27 September lalu dan menimbulkan hujan deras dan angin kencang hingga menyebabkan badai dan banjir luas. Topan Nesat hari ini mulai menerjang Hong Kong dan menyebabkan sekolah-sekolah dan gedung-gedung pemerintah ditutup.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(anw/anw)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%