detikcom

Kamis, 29/09/2011 14:24 WIB

Istri & Anak Ruhut Penuhi Panggilan BK DPR

Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Jakarta - Istri Ruhut Sitompul, Anna Rudhiantana Negawati bersama sang putra, Kristian Husen Sitompul (20), datang ke Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Kedatangan mereka adalah untuk memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPR terkait pengaduannya beberapa waktu lalu.

Anna bersama Kristian didampingi kuasa hukumnya, Hotma Paris Hutapea, datang ke Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2011) pukul 14.05 WIB. Anna dan sang putra kompak mengenakan batik berwarna hijau.

Saat melewati wartawan, mereka melempar senyum. Kristian asyik meminum minuman kaleng. Wajah mereka tampak cerah.

"Kedatangan kami untuk memenuhi panggilan BK. Ini pemeriksaan pertama kali terkait laporan kami yang sebelumnya," ucap Hotma.

Kepada wartawan, Hotma dan Anna menunjukkan bukti keterangan Ruhut belum menikah dan kliping koran Media Indonesia tanggal 27 September berjudul, 'Tuduhan Ruhut Sitompul Sarat Motif Politis'. Saat ini mereka telah masuk ke ruang BK DPR. Pertemuan berlangsung tertutup.

Sebelumnya diberitakan Ruhut telah melakukan perbuatan pemalsuan identitas ketika menikah untuk yang kedua kali di Makassar. Di situs resmi DPR-RI disebutkan bahwa Ruhut mempunyai dua orang anak dan itu tidak termasuk Kristian Husen Sitompul, putranya dengan Anna. Pihak Anna juga telah melaporkan hal ini ke Mabes Polri.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(asy/fay)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%