Kamis, 29/09/2011 11:49 WIB

Laporan dari Arab Saudi

Perluasan Tak Henti di Masjidil Haram

Nurul Hidayati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: The Guardian
Jakarta - Musim haji telah tiba. Jamaah Indonesia akan berdatangan ke Tanah Suci mulai 2 Oktober. Masjidil Haram di Makkah akan menjadi salah satu tempat utama yang wajib dikunjungi.

Dari kejauhan, kemegahan tempat ibadah itu bisa disaksikan dengan mencuatnya menara jam raksasa. Hal yang menonjol lainnya adalah alat-alat berat yang menjulang tinggi di sekitarnya, sebagaimana yang disaksikan detikcom yang menginjakkan kaki di Masjidil Haram pada Senin (26/9/2011) bersama Panitia Petugas Ibadah Haji (PPIH) 2011.

Ya begitulah, Masjidil Haram tak henti-hentinya 'meluaskan diri'. "Dulu toilet itu jauh sekali, tapi sekarang dekat. Itu karena adanya perluasan," kenang seorang petugas PPIH, membandingkan dengan situasi yang ada yang saat dia umroh beberapa tahun lalu.

Saat ini, Kerajaan Saudi tengah membangun proyek ambisius senilai US$ 21 miliar -- proyek terbesar dalam sejarah Makkah -- untuk memperluas Masjidil Haram.

Harian Inggris The Guardian edisi Rabu (28/9/2011) melansir, bulan lalu Raja Abdullah menghadiri upacara peletakan batu pertama proyek konstruksi seluas 400.000 meter persegi itu. Nantinya, perluasan tersebut akan mampu menampung tambahan 1,2 juta jamaah.

Perluasan itu dirasa perlu karena Masjidil Haram tak kuasa lagi menampung jumlah jamaah yang terus meningkat saban tahun. Saat ini jumlah maksimum jamaah haji mencapai 4 juta orang, belum lagi jutaan orang yang berdatangan selain di musim haji.

Jamaah yang tidak kebagian tempat di dalam Masjidil Haram, terpaksa beribadah di jalanan dan terowongan yang menuju ke sana. Kepadatan itu utamanya terlihat pada hari Jumat. Saat itu sejak dinihari orang-orang mengamankan posisi untuk salat Jumat berjamaah di siang hari.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nrl/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%