Detik.com News
Detik.com
Kamis, 29/09/2011 10:06 WIB

Jualan Sabu, Suami-Istri di Gunung Sahari Dibekuk Polisi

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Aparat Satuan Narkoba Polres Jakarta Utara menangkap Toni dan Hanifah di pinggiran rel di depan Mangga Dua Square, Gunung Sahari, Jakarta Utara. Pasangan suami-istri itu ditangkap setelah berjualan sabu 1,3 gram.

"Tersangka adalah pasangan suami-istri. Keduanya merupakan target operasi (TO) kami," kata Kasat Narkoba Polres Jakarta Utara Kompol Suparmo saat dihubungi detikcom, Kamis (29/9/2011).

Suparmo menjelaskan, keduanya ditangkap pada Selasa (27/9) malam di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Utara. Dari tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 1,3 gram sabu.

"Mereka kami tangkap saat mau mengantarkan barang ke Pademangan," kata Suparmo.

Suparmo mengatakan, Hanifah mengaku telah berbisnis sabu selama dua kali. Namun, polisi tidak begitu saja mempercayainya.

"Pengakuannya baru dua kali, tapi ini akan kita kembangkan," kata dia.

Sementara, suami Hanifah tercatat sebagai residivis atas kasus serupa. Toni pernah meringkuk di penjara selama dua tahun karena mengedarkan narkotika.

"Suaminya sudah dua kali tertangkap, dia residivis," katanya.

Sementara itu, pada hari yang bersamaan, satuan Narkoba Polres Jakarta Utara juga menangkap seorang wanita yang kedapatan membawa ganja. Tersangka Sugiyati ditangkap di rumahnya di Jalan Jampea, Lorong 23 RT 10/07 Koja, Jakarta Utara. Dari rumah tersangka disita barang bukti 12,70 gram ganja kering siap edar.

Kini ketiga tersangka dalam proses penyelidikan dan penyidikan di Mapolres Metro Jakarta Utara. Ketiganya dikenakan Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun penjara.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/fay)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%