Detik.com News
Detik.com

Rabu, 28/09/2011 19:26 WIB

Korupsi Kemendiknas

Diperiksa 8 Jam, Wamendiknas Dicecar 11 Pertanyaan

Aprizal Rahmatullah - detikNews
Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Djalal telah selesai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar. Fasli mengaku dicecar 11 pertanyaan.

Fasli keluar pukul 18.50 WIB ditemani satu orang stafnya. Ia lalu menjelaskan seputar materi pemeriksaannya dengan santai kepada wartawan.

"(Diperiksa) Sebagai saksi untuk dugaan kasus korupsi di kemendiknas waktu itu di bawah direktorat jenderal PMPTK ya diakhir tahun 2007, waktu itu saya adalah dirjen," ujar Fasli kepada wartawan di Bareskrim, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (28/9/2011).

Fasli menerangkan pemeriksaan terkait hubungan rencana strategis kementerian hingga sampai pada prosedur pengusulan, pembahasan di tingkat kementerian dan tingkat DPR.

"Jadi itu memang sebagai tanggung jawab saya sebagai kuasa pengguna anggaran. Itulah yang tadi diverifikasi angka-angka segala macam," imbuhnya.

Pada pemeriksaan sebelumnya, Fasli mengaku mendapat 12 pertanyaan. "Ya tadi sekitar 10 atau 11 pertanyaan lagi tadi," tegasnya.

Menurut Polri, total proyek kasus pengadaan alat bantu belajar mengajar mencapai Rp 400 miliar lebih. Namun berbeda dengan apa yang disampaikan Fasli.

"Detailnya kalau dari angka sekarang Rp 142 miliar totalnya," imbuh Fasli.

Proyek itu dialokasikan untuk peralatan komputer di 30 LPMP Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). "Karena kita mengumpulkan data dari guru-guru," tandasnya.

(ape/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Cegah Prostitusi, Pengelola Apartemen di Jakarta Harus Laporkan Penghuninya

Polisi membongkar praktik prostitusi di apartemen yang berawal dari pemesanan melalui forum di internet. Untuk mengantisipasi hal itu, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat meminta para pengelola apartemen harus memberikan data-data penghuninya. Bila Anda setuju dengan Wagub Djarot, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%