Soal Teror Bom, Polri: Satu Kelompok di Ambon Sedang Bermain
Rabu, 28/09/2011 12:48 WIB
Jakarta
Polri masih mendalami keterkaitan antara bom Solo dengan bom Ambon. Polri masih menengarai ada satu kelompok di Ambon yang kini sedang aktif bergerak.
"Setelah Solo itu terjadi beruntun di Ambon. Itu patut kita fokuskan dan ternyata bom-bom yang ada di Ambon bentuknya sama. Jadi selama kejadian itu dua yang tidak meledak, coba kita urai. Semua modelnya sama, artinya ada satu kelompok lagi di Ambon yang sedang bermain. Itu kita dalami terus kelompoknya siapa," ujar Kadiv Humas Irjen Pol Anton Bahrul Alam.
Anton mengatakan itu usai diskusi tentang Informasi Publik di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2011).
Anton membenarkan ada informasi dari intelijen soal bom Solo. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan intelijen atas informasi itu.
"Setiap informasi yang masuk ke kita, kita tindaklanjuti," kata Anton.
Anton menambahkan, informasi dari intelijen dicek terlebih dahulu kebenarannya. Jika informasi itu benar, maka dapat dijadikan alat bukti.
"Justru kita dapat informasi dari BIN yang bisa dijadikan alat bukti. Selama ini kita koordinasi," tutur Anton.
Sementara itu soal DPO Solo sebanyak 4 orang, Anton mengatakan, pihaknya tidak bisa membuka 'kartu nama' DPO tersebut. Pihaknya masih mengejar DPO tersebut.
"Ya nanti kalau kita buka kabur orangnya. Kita nggak tahu di mana orangnya tapi kita kejar. Posisi di mana tidak bisa kita sampaikan ke publik," tutup Anton.
(nik/vit)
"Setelah Solo itu terjadi beruntun di Ambon. Itu patut kita fokuskan dan ternyata bom-bom yang ada di Ambon bentuknya sama. Jadi selama kejadian itu dua yang tidak meledak, coba kita urai. Semua modelnya sama, artinya ada satu kelompok lagi di Ambon yang sedang bermain. Itu kita dalami terus kelompoknya siapa," ujar Kadiv Humas Irjen Pol Anton Bahrul Alam.
Anton mengatakan itu usai diskusi tentang Informasi Publik di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2011).
Anton membenarkan ada informasi dari intelijen soal bom Solo. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan intelijen atas informasi itu.
"Setiap informasi yang masuk ke kita, kita tindaklanjuti," kata Anton.
Anton menambahkan, informasi dari intelijen dicek terlebih dahulu kebenarannya. Jika informasi itu benar, maka dapat dijadikan alat bukti.
"Justru kita dapat informasi dari BIN yang bisa dijadikan alat bukti. Selama ini kita koordinasi," tutur Anton.
Sementara itu soal DPO Solo sebanyak 4 orang, Anton mengatakan, pihaknya tidak bisa membuka 'kartu nama' DPO tersebut. Pihaknya masih mengejar DPO tersebut.
"Ya nanti kalau kita buka kabur orangnya. Kita nggak tahu di mana orangnya tapi kita kejar. Posisi di mana tidak bisa kita sampaikan ke publik," tutup Anton.
(nik/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
686 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
