Detik.com News
Detik.com

Selasa, 27/09/2011 09:33 WIB

Lagi-lagi Truk Molen Nyangkut di Jembatan KA Jatinegara

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Sebuah Truk molen nyangkut di jembatan kereta api Jatinegara, Jakarta Timur. Peristiwa ini membuat lalu lintas dari Kampung Melayu arah Matraman macet parah.

"Sekarang sudah selesai kita evakuasi truknya, namun lalu lintas memang masih macet," kata Kasat Lantas Jakarta Timur AKBP Sudarsono kepada detikcom, Selasa (27/9/2011) pukul 09.20 WIB.

Sudarsono mengatakan, petugas akan membawa truk tersebut ke Sat Lantas Jakarta Timur di Kebon Nanas untuk penyelidikan lebih lanjut. "Nanti akan kita kawal ke Kebon Nanas," imbuhnya.

Sudarsono menyatakan, saat ini petugas masih memperbaiki posisi portal yang harus dilepas saat truk tersebut nyangkut. "Portalnya masih kita perbaiki," lanjutnya.

Bagian ekor truk molen itu tersangkut di portal yang ada di depan jembatan KA Jatinegara.

Peristiwa tersangkutnya truk di jembatan KA Jatinegara bukanlah yang pertama kalinya. Pada (9/2/2008) lalu truk molen juga sempat tersangkut di jembatan ini dan membuat lalu lints macet.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nal/vit)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%