detikcom
Senin, 26/09/2011 11:57 WIB

Identitas Pelaku Bom Solo Dilacak Hingga ke Wonogiri

Muchus Budi R. - detikNews
Solo - Siapakah pelaku bom bunuh diri di GBIS Solo Minggu kemarin? Belum jelas benar. Namun beredar kabar bahwa pemuda yang nekat meledakkan diri di tengah kerumunan jemaat gereja itu adalah seorang yang berasal dari Wonogiri.

Informasi yang telah beredar sejak tadi malam, Minggu (25/9), menyebutkan pelaku bom bunuh diri itu bernama Ahmad Yosepa Hayat alias Hayat alias Ahmad Abu Daud alias Raharjo. Dia adalah salah satu dari lima DPO bom Cirebon. Dia juga sudah disiapkan untuk menjadi pelaku bom bunuh diri.

Tentang asal-usul orang tersebut, beredar kabar berbeda-beda. Ada yang mengatakan dia warga Cirebon, ada juga yang mengatakan dia orang Karanganyar, ada pula yang mengatakan orang tersebut berasal dari Wonogiri.

Dari berbagai informasi tersebut terdapat informasi yang cukup kuat bahwa Raharjo berasal dari Desa Nadi, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri. Letak desa tersebut berada di perbatasan Wonogiri dengan Magetan.

Camat Bulukerto, Sriyanto, saat dihubungi mengaku telah mendapat kontak dari kepolisian agar melacak data kependudukan seseorang atas nama Budi Raharjo yang berasal dari desa tersebut. Sriyanto mengaku hingga saat ini dia beserta jajarannya masih terus mencari data tersebut agar lebih jelas.

"Kami diminta Kepolisian Surakarta untuk melacak nama Budi Raharjo dari Desa Nadi. Ini masih kami cari. Temuan sementara memang ada nama tersebut, namun dia sudah cukup lama meninggalkan daerah kami," ujar Sriyanto, Senin (26/9/2011).

Kepala Desa Nadi, Sakatno, saat dihubungi juga mengatakan sudah diperintah Camat Bulukerto untuk mencari data itu. Dia mengatakan memang ada seseorang bernama Budi Raharjo berasal di desanya. Namun sejak tahun 2009 orang tersebut sudah mengajukan pindah alamat ke Karanganyar, Jateng.

Dia menyebutkan ciri-ciri Budi Raharjo berusia sekitar 31 tahun, postur badan kurus jangkung, berkacamata, bibir agak tebal. Sakatno juga mengatakan Budi Raharjo pernah kuliah di sebuah universitas swasta di Solo. Ciri-ciri tersebut mirip dengan seseorang yang ditemukan meninggal di GBIS Solo kemarin.

Sementara itu, informasi dari sumber mengatakan Raharjo pernah tinggal di sebuah di Desa Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar. "Tapi sudah cukup lama tidak tinggal desa tersebut," ujar sumber tersebut.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mbr/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%