detikcom
Minggu, 25/09/2011 17:25 WIB

Polisi Duga Kanal Luncur Atlantis Ancol Ambruk Karena Sudah Tua

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Polisi masih menyelidiki ambrolnya kanal luncur spiral di Water Adventure Atlantis, Ancol. Dugaan sementara konstruksi kanal luncur ini ambrol akibat sudah tua.

"Dugaan sementara rapuh akibat korosi, sudah tua bangunannya. Struktur spiral tidak ada masalah, yang masalah justru vero cementnya itu," kata Kapolsek Pademangan Kompol Ahmad David saat dihubungi wartaan, Minggu (25/9/2011).

David mengatakan, semua korban dilarikan ke RS Setianegara, Sunter. "Semua korban sudah dibawa ke sana," katanya.

David mengatakan, polisi akan menutup sementara wahana spiral Atlantis Ancol. Menurutnya penutupan itu dilakukan untuk olah TKP dan evakuasi.

"Yang ditutup hanya luncuran spiral dan sekitarnya. Lamanya ditentukan nanti, sedangkan wahana lain tidak," katanya.

David menyatakan belum mengetahui sampai sampai kapan penutupan itu berlangsung. "Lamanya kita tentukan nanti. Kita juga akan periksa saksi-saksi," katanya.

Kecelakaan ini membuat 4 orang mengalami luka-luka. Identitas empat korban tersebut adalah :

1. Sulastri (31), warga Jalan Raya Kayu Mas Timur, mengalami luka lecet pada kaki.
2. Anggiat Silitonga (31), warga Jalan Kayu Mas Timur RT 03/ RW 03, Pulogadung, mengalami luka sobek pada kaki.
3. Yanto, warga Jalan Budi Mulia RT 16/ RW 19, Pademangan, mengalami luka kepala sobek.
4. Riky Alpian (11), mengalami luka pelipis kiri.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(nal/gah)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%