detikcom
Kamis, 22/09/2011 00:39 WIB

Unit 8 PLTU Suralaya Terbakar, Pasokan Listrik Jawa-Bali Aman

Irwan Nugroho - detikNews
PLTU Suralaya terbakar (Foto: Pembaca)
Jakarta - Unit 8 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Suralaya, Cilegon, Banten, terbakar hebat malam ini. Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan kebakaran tidak menimbulkan dampak berupa pemadaman listrik. Pasokan listrik Jawa-Bali aman.

"Tidak sempat terjadi pemadaman listik. Pasokan listik aman. Di sisi pelanggan juga aman. Dan kami sedang menyelidiki di lapangan bagaimana kondisinya," kata Manajer Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, kepada detikcom, Rabu (21/9/2011).

Menurut Bambang, kebakaran tidak sempat berdampak ke 7 unit pembangkit listrik lainnya yang posisinya saling berdekatan. Sehingga, 7 unit pembangkit tersebut tetap dapat memproduksi listrik untuk dialirkan ke seluruh Jawa dan Bali.

Bambang menjelaskan, listik Jawa dan Bali tidak terganggu, karena pasokan listrik juga langsung diambilkan dari cadangan yang ada begitu unit 8 PLTU Sulayana terbakar. Total beban litrik ke kedua pulau tersebut mencapai 19 ribu megawatt.

"Ini memasok listrik ke sistem kelistrikan jawa bali yang sudah terinterkoneksi. Jadi Jawa-Bali ini kan secara kelistrikan sudah saling terhubung. Pembangkit yang lain sudah siap beroperasi," kata Bambang.

Bambang menambahkan, PLTU Suralaya juga memasok listrik ke PT Krakatau Steel. Namun, dipastikan listrik ke pabrik penghasil baja tersebut tidak terpegaruh akibat kebakaran.

"Jadi ini juga memasok termasuk ke kratau stel. Tapi tidak spesifik ke situ, karena ini Jawa-Bali," ujar dia.

Sebelumnya, unit 8 PLTU Suralaya Cilegon terbakar pada Rabu (22/9/2011) pukul 21.40 WIB. Kebakaran dipicu oleh ledakan yang terjadi di belt conveyor, alat pengangkut batubara dari penampungan ke tangki bahan bakar. Kini, api sudah berhasil dikuasai oleh petugas.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(irw/nvc)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%