detikcom

Selasa, 20/09/2011 23:13 WIB

Komponen Pesawat Tempur TNI AU Jatuh Saat Latihan di Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Pesawat tempur milik Pangkalan Udara (Lanud) Pekanbaru saat melakukan latihan tempur mengalami insiden. Komponen pesawat ada yang lepas dan terjatuh. Beruntung, lokasi jatuhnya tidak di pemukiman penduduk.

Latihan tempur ini dilaksanakan pada Selasa (20/9/2011) dari Lanud Pekanbaru. Sebagaimana biasa, untuk melakukan latihan, pesawat ini dari Pekanbaru dapat mengitari sejumlah kabupaten.

Saat pesawat tempur berada di wilayah udara Kabupaten Bengkalis, salah satu komponen pesawat ada yang terlepas. Komponen pesawat itu tepatnya terjatuh di Kecamatan Merbau di Bengkalis, Riau.

“Tidak ada korban jiwa, karena lokasi jatuhnya komponen itu tidak di kawasan perumahan penduduk. Namun kita belum mengetahui jenis benda apa yang terjatuh tersebut,” kata Kapolres Bengkalis, Ahmad Kartiko kepada wartawan.

Menurut Ahmad, komponen pesawat yang terjatuh itu ada dua jenis. Yang pertama lempengan alumunium yang ukuranya tidak terlalu besar. Sedangkan satu komponen lagi berbentuk tabung dengan panjang sekitar 1 meter.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak TNI AU di Pekanbaru. Mereka sudah mengakui bahwa benda yang terjatuh tersebut bagian dari komponen pesawat milik TNI AU,” kata Ahmad.

Ahmad menjelaskan, untuk komponen jenis tabung yang jatuh di lahan kosong itu saat ini telah dipasang garis polisi. Namun lempengan alumunium saat ini diamankan pihak kepolisian.





Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(cha/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Belum Dievaluasi, Kurikulum 2013 Disetop Sementara

Mendikbud Anies Baswedan memutuskan untuk menghentikan sementara pelaksanaan Kurikulum 2013. Alasannya, Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia padahal belum dievaluasi kesiapannya. Bila Anda setuju dengan keputusan Mendikbud Anies Baswedan, pilih Pro!
Pro
55%
Kontra
45%