Detik.com News
Detik.com

Selasa, 20/09/2011 12:09 WIB

Karyawan PT Nexus Batam Unjuk Rasa, Pos Satpam Dibakar

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Karyawan PT Nexus Batam Unjuk Rasa, Pos Satpam Dibakar
Jakarta - Ratusan karyawan PT Nexus Engineering Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di halaman perusahaan, Jl Pattimura, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. Aksi unjuk rasa ini terkait adanya hubungan yang tidak baik antara petugas keamanan dengan para karyawan pabrik.

Dalam unjuk rasa tersebut, karyawan sempat mengalami bentrok dengan petugas keamanan perusahaan. Bentrokan ini terjadi pukul 10.00 WIB, Selasa (20/9/2011). Bahkan ada 2 satpam yang dipukul.

Karyawan meminta agar manajemen perusahaan menegur para petugas keamanan. Sebagai bentuk pelampiasan emosional karyawan, mereka membakar pos satpam. Kebakaran pos satpam ini merembet pada terbakarnya 1 unit motor yang saat itu berada di dekat pos.

Kapolsek Nongsa AKP Robertus Herry mengatakan, bahwa kondisi di lokasi sudah mulai kondusif. Pihaknya sudah menurunkan personel untuk berjaga-jaga di TKP.

"Sejauh ini kondisi sudah kondusif. Memang ada 2 satpam yang jadi korban pengeroyakan. Tapi siapa namanya belum diketahui," jelasnya.

Robertus mengaku sedang bernegosiasi dengan pihak perusahaan untuk mengambil keputusan terkait permintaan karyawan.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gus/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%