Sabtu, 17/09/2011 05:48 WIB

Kasus Kriminal di Angkot, Masalah Utama Kota Besar

Aprizal Rahmatullah - detikNews
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Kasus perkosaan di angkot yang menimpa RS tentu sangat disayangkan. Jakarta dianggap belum bisa menyediakan transportasi yang aman bagi masyarakat. Kasus demi kasus terus terulang kembali, salah siapakah?

"Kota besar seperti Jakarta memang memiliki patologi sosial. Itu masalah utama sebuah kota besar. Namun bukan berarti tidak ada solusi," ujar Kriminolog Universitas Padjajaran (Unpad), Yesmil Anwar saat dihubungi detikcom, Jumat (16/9/2011) malam.

Yesmi melihat sistem transportasi Jakarta belum menyediakan keamanan dan kenyamanan bagi para penggunanya. Jakarta tak ubahnya manusia gemuk yang terus makan. Akhirnya sejumlah anomali penyakit datang dari segala penjuru.

"Jembatan penyeberangan, pasar, pusat-pusat keramaian mudah sekali berjamur kejahatan. Manajemen transportasi juga sangat jelek, karena pemerintah kita tak pernah serius memberikan solusi. Mereka sudah terlihat enggan peduli," imbuhnya.

Kepedulian dan kebijakan yang pro pada pelayanan masyarakat menjadi pilihan wajib pemerintah. Jika tidak kejahatan terus menghantui, dan akhirnya kota-kota besar seperti Jakarta menjadi sarangnya kejahatan.

"Sudah saatnya transportasi publik itu dibenahi. Manajemennya diperbaiki. Aman dan nyaman adalah pilihan terbaik untuk masyarakat jangan ada kepentingan lain," tandasnya.

Seperti diketahui, karyawati perusahaan swasta berinisial RS (27), menjadi korban pemerkosaan di dalam angkot D 02 jurusan Ciputat-Pondok Labu yang terjadi pada Kamis (1/9) lalu. Pelaku, Yogi (21) yang tidak lain adalah sopir D 02 berhasil ditangkap.

Sebelumnya, kasus serupa menimpa almarhumah Livia Pavita Soelistio (21). Nyawa mahasiswi Universitas Bina Nusantara itu meregang di tangan 4 sopir tembak angkot yang kemudian merampas harta korban dan memperkosanya pada 16 Agustus lalu. Enam pelaku, termasuk dua di antaranya penadah barang hasil curian ditangkap Polres Jakarta Barat.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ape/fiq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%