Detik.com News
Detik.com

Kamis, 15/09/2011 12:48 WIB

Kronologi Pemerkosaan Karyawati di Angkot

Didi Syafirdi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kronologi Pemerkosaan Karyawati di Angkot
Jakarta - Wajar bila banyak warga Ibukota memilih bermacet ria dengan mobil pribadi daripada naik angkot yang tidak aman. RS (28), seorang karyawati, menjadi korban kejahatan di angkot saat menumpang di malam hari.

Berikut kronologi pemerkosaan RS berdasarkan keterangan polisi, Kamis (15/9/2011):

Kamis, 1 September
Pukul 23.00 WIB

RS turun dari Kopaja P-19 jurusan Tanah Abang-Ragunan di perempatan Cilandak (ujung Jl Ampera) usai pulang kerja. Di Cilandak, RS berniat menyambung perjalanan dengan angkutan umum lainnya menuju Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Tiba-tiba ada angkot D-02 jurusan Pondok Labu-Ciputat dengan nomor polisi B 8369 CN menghampiri RS. Sopir angkot tersebut yang kemudian diketahui bernama Yogi menawari RS naik dan menyebut angkot juga akan menuju ke Pasar Rebo. Padahal angkot ini bukan jalur ke arah Pasar Rebo.

Karena sudah malam dan RS melihat ada penumpang juga di dalam angkot, RS tak menaruh curiga. RS lalu naik ke dalam angkot.

Namun bukannya menuju ke arah Pasar Rebo, angkot malah putar balik ke Lebak Bulus. 3 Pria yang tadinya diduga penumpang, menutup pintu angkot dan mematikan lampu angkot. Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gus/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%