detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 02:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 14/09/2011 15:51 WIB

Pejabat BPN Tak Tahu Ada Kasus Pelecehan Seksual di Kantornya

Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Jakarta - Direktur Landreform Badan Pertanahan Nasional (BPN) Iwan Taruna mengaku tidak tahu ada kasus pelecehan seksual di kantornya. Dia pun mengaku belum mendengar soal kasus pelecehan itu.

"Isu apa? Saya enggak tahu," kata Iwan saat ditanya wartawan di Kampus UKI, Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (14/9/2011).

Iwan sempat melirik sekretarisnya seorang wanita yang berada di sebelahnya. Dia pun sempat bertanya-tanya, sebelum memberi jawaban kembali.

"BPN mana saya enggak tahu tentang itu kaya gitu," imbuhnya.

Seperti diketahui, pejabat BPN berinisial G dilaporkan oleh tiga stafnya ke Polda Metro Jaya pada Selasa (13/9) atas tuduhan pasal 294 ayat (2) KUHP tentang pencabulan. G dituding telah melakukan tindak asusila pada tiga korban sejak 2010-2011 di ruangannya.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/rdf)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%