Detik.com News
Detik.com
Rabu, 14/09/2011 15:51 WIB

Pejabat BPN Tak Tahu Ada Kasus Pelecehan Seksual di Kantornya

Febrina Ayu Scottiati - detikNews
Jakarta - Direktur Landreform Badan Pertanahan Nasional (BPN) Iwan Taruna mengaku tidak tahu ada kasus pelecehan seksual di kantornya. Dia pun mengaku belum mendengar soal kasus pelecehan itu.

"Isu apa? Saya enggak tahu," kata Iwan saat ditanya wartawan di Kampus UKI, Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (14/9/2011).

Iwan sempat melirik sekretarisnya seorang wanita yang berada di sebelahnya. Dia pun sempat bertanya-tanya, sebelum memberi jawaban kembali.

"BPN mana saya enggak tahu tentang itu kaya gitu," imbuhnya.

Seperti diketahui, pejabat BPN berinisial G dilaporkan oleh tiga stafnya ke Polda Metro Jaya pada Selasa (13/9) atas tuduhan pasal 294 ayat (2) KUHP tentang pencabulan. G dituding telah melakukan tindak asusila pada tiga korban sejak 2010-2011 di ruangannya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/rdf)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%