Rabu, 14/09/2011 08:38 WIB

Jatuh ke Kontainer, 3 Pekerja Pertamina RU IV Cilacap Tewas

Arbi Anugrah - detikNews
Ilustrasi
Cilacap - Kecelakaan kerja terjadi di Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Selasa (13/9) malam, yang mengakibatkan tiga orang tewas dan empat lainnya kritis. Satu di antara korban tewas adalah warga negara asing (WNA).

Demikian keterangan pers Humas Pertamina RU IV Cilacap, Ruseno, Rabu, (14/09/2011) pagi. Kejadian bermula sekitar pukul 19.30 WIB saat Chen Liang (28) mengecek kontainer oil Sludge Oil Recovery (SOR) 38 P103. Chen terjatuh dan pekerja lain yang menolong ikut menjadi korban.

"Salah satu korban WNA adalah Chen Liang (28), yang tinggal di Jl KH Mas Mansyur No 121 Gedung City Lantai 27-18 Jakarta Pusat. Dua korban tewas lainnya, Dony (25) asal Kampung Baru, Tanjung Bale, Karimun RT 4 RW 5, dan Rafli Rio Basla (24) warga Sungai Cibudak Nagari Tapik Panjang, Payakumbuh, Sumatera Barat," katanya.

Adapun empat pekerja lainnya yang dirawat di Rumah Sakit Pertamina Cilacap adalah Ardy Dana Prabowo (28), Jl Cermai 4 No 41 Kelurahan Karangtengah, Tangerang; Turyono (26), dusun Dukuh RT 36 RW 16 Panjalu, Ciamis; Fahmi Hindaryadi, Jl Riau Gang Harapan 2 RT 4 RW 2 Air Hitam, Payung Sekali, Pekanbaru; dan Sastro (25), Jalan Sultan Syarif Kosim 27, Pekanbaru.

"Penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Aktivitas produksi di kilang minyak dipastikan tidak terganggu," jelas Ruseno.

Menurut informasi yang dihimpun detikcom, korban saat kejadian sedang membersihkan endapan lumpur di dalam kontainer lalu terjatuh. Saat ini seluruh korban meninggal maupun kritis masih berada di Rumah Sakit Pertamina Cilacap.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(irw/irw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close