Detik.com News
Detik.com
Rabu, 14/09/2011 00:24 WIB

Bus Sumber Alam VS Bus Pariwisata, 1 Tewas

Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Kecelakaan yang melibatkan bus kembali terjadi. Kali ini di jalur selatan Jawa, tepatnya jalan raya Wangon-Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Tabrakan melibatkan dua bus dari arah berbeda. 1 Orang dilaporkan tewas.

Petugas National National Traffic Management Centre (NTMC) Mabes Polri, Brigadir M Ikhsanuddin, mengatakan, tabrakan terjadi antara pukul 21.00-22.00 WIB, Selasa (13/9/2011). Saat ini, petugas Kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan evakuasi.

"Kami konfirmasi dengan Kasatlantas Banyumas AKP Gusman Futra bahwa memang terjadi kecelakaan antara bus Sumber Alam jurusan Purworejo-Jakarta dan Bus Pariwisata," ucap Ikhsan kepada detikcom pukul 23.45 WIB.

Menurut Ikhsan, kecelakaan terjadi ketika bus Sumber Alam melaju kencang dari arah Wangon menuju Jakarta. Saat melintas di lokasi kejadian, bus bertabrakan dengan sebuah Bus Pariwisata yang datang dari arah berlawanan.

1 Orang dilaporkan tewas akibat kejadian tersebut, namun belum diketahui identitasnya. Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan juga menyebabkan 6 orang menderita luka berat dan 7 lainnya mengalami luka ringan.

Hingga saat ini, lanjut Ikhsan, juga belum diketahui penyebab kecelakaan tersebut. "Kita masih menyelidiki penyebabnya. Petugas masih berada di lapangan. Lalu lintas sempat tersendat," ungkap Ikhsan.


(irw/Ari)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%