detikcom
Selasa, 13/09/2011 03:16 WIB

Jenazah Korban Tewas Pertikaian Ambon Tiba di Medan

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Jenazah Jefry Edo Siahaan (32), korban tewas dalam insiden pertikaian antar kelompok di Ambon, Maluku, tiba di Bandara Polonia, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (12/9/2011) tengah malam. Pihak keluarga yang telah menunggu, langsung membawa jenazah ke rumah duka.

Jenazah staf pengajar Yayasan Pelita Harapan, Ambon ini diterbangkan menggunakan Lion Air dari Ambon, Maluku pada Senin siang sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Berbeda dengan peti jenazah umumnya, peti jenazah Jefri terbungkus alumunium dan dilas rapat di tiap sisi.

Pihak keluarga yang menjemput di area cargo sempat bingung untuk memastikan jenazah Jefri karena di area cargo Bandara Polonia Medan ada kedatangan dua jenazah di waktu yang hampir bersamaan, yakni sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah berkoordinasi dengan pihak penerbangan, keluarga langsung membawa jenazah untuk disemayamkan ke rumah duka, di Komplek TD Pardede, Jl. Medan-Binjai, Gang Sakina, KM 10,8 Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Adik kandung korban, Fernando Tulus Siahaan menyatakan, keluarga berharap agar pihak kepolisian segera mengusut penyebab kematian abangnya. Pasalnya, hingga jenazah tiba di Medan, belum ada keterangan resmi apa penyebab tewasnya.

“Keluarga hanya mendapat kabar dia tewas terkena peluru nyasar di depan rumah kontrakannya saat terjadi kerusuhan di Ambon. Kabar itu juga didapatkan dari pihak keluarga di Ambon,” kata Fernando.

Jefry merupakan putra sulung dari 4 bersaudara, anak pasangan Manganar Siahaan dan Pininta Tambunan. Dia baru dua bulan menetap di ambon sebagai guru di SMA di Yayasan Pelita Harapan Ambon. Menurut rencana jenazahnya akan dimakamkan di pekuburan Kristen, tidak jauh dari rumah duka pada Rabu (14/9/2011) lusa.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/van)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%