detikcom
Senin, 12/09/2011 15:19 WIB

Sosiolog: Ada Kesamaan Pola Bentrok Ambon dengan Rusuh 1999

Ari Saputra - detikNews
Jakarta - Kerusuhan Ambon kemarin menunjukan pola yang serupa dengan peristiwa serupa tahun 1999. Pola tersebut adalah dilakukan sebelum atau setelah Lebaran. Lalu membuat onar dengan membakar sesuatu di dekat tempat ibadah. Saat itulah, kabar burung diedarkan untuyk memprovokasi massa.

“Dulu tahun 1999, cukup dengan Rp 1000 Ambon rusuh. Dengan koin Rp 100, menelpon lewat telepon umum dan Ambon terbakar. Sekarang dengan SMS. Kok inetelijen dan polisi tidak mampu menyadap?“ kata sosiolog UI Tamrin Amal Tamagola di kantor KontraS, Jl Mendut, Mentang, Jakarta Pusat, Senin (12/9/2011).

Hanya saja, katanya, saat ini masyarakat sudah tidak lagi mudah diprovokasi dan efeknya cenderung terbatas. Masyarakat dianggap sudah sadar pentingnya perdamaian dan menyadari hanya menjadi korban politik saja.

“Kami salut kepada anak muda Ambon yang tidak ikut-kutan bawa parang atau golok. Mereka sudah tahu bahwa tidak bisa lagi dijadikan korban atau tumbal politik lokal ataupun nasional. Mereka bisa menyelesaikan sendiri, tidak perlu menggunakan pasukan yang akan kontraproduktif,“ tandasnya.

Selain itu, elite politik lokal juga telah sudah lebih dewasa. Tidak berselang lama kerusuhan meletus, sejumlah raja lokal dan pimpinan adat langsung mengeluarkan maklumat perdamaian.

“Dan itu dituruti. Raja-raja lokal masih diakui dan berwibawa. Sistem raja di tingkat lokal masih efektif seperti Raja Toleho yang mengeluarkan maklumat dan itu bagus,“ tegas pria asal Maluku ini.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(Ari/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%