Senin, 12/09/2011 14:52 WIB

Trah Ratu Atut Merayah Dana Hibah

Klan Atut dari Jawara Beralih ke Uang

M. Rizal - detikNews
Halaman 1 dari 4
Jakarta - Ratu Atut Chosiyah. Siapa yang tidak kenal nama ini? Di Banten, dialah perempuan paling berpengaruh.

Perempuan kelahiran Gumulung, Desa Kadu Beureum, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, ini merupakan wanita pertama di Indonesia yang menjabat sebagai gubernur. Kini Atut telah hampir 10 tahun memimpin Banten.

Sebelumnya, Atut adalah wakil gubernur yang berpasangan dengan gubernur Banten Djoko Munandar untuk periode 2001-2006. Namun di tengah jalan, gubernur pertama Banten ini dicopot gara-gara tersangkut kasus korupsi.

Sebagai wakil gubernur, maka Atut pun ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten tahun 2005.

Baru pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten tahun 2006, Atut terpilih lagi menjadi Gubernur Banten dengan wakilnya, Mohammad Masduki.

Bagi masyarakat Banten, khususnya di wilayah Serang, Pandeglang, Rangkasbitung, Lebak, Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, nama Atut memang cukup dikenal. Apalagi bila melihat sosok di belakang yang mendukung serta menyokong karir perempuan 49 tahun itu.

Tubagus Chasan Sochib, dialah orang di belakang Atut. Ia seorang tokoh yang disegani seantero Banten, bahkan Jawa Barat. Chasan yang lebih dikenal dengan panggilan ‘Abah’ ini merupakan ayah kandung Atut. Next

Halaman 1 2 3 4

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(zal/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%