detikcom
Senin, 12/09/2011 14:52 WIB

Trah Ratu Atut Merayah Dana Hibah

Klan Atut dari Jawara Beralih ke Uang

M. Rizal - detikNews
Halaman 2 dari 4
Chasan yang meninggal pada 30 Juni 2011 lalu, dikenal sebagai pemimpin informal yang sangat berpengaruh di Banten. Ia adalah pemimpin sekitar 100 tokoh jawara Banten yang tergabung dalam Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten Indonesia (PPPSBBI). Dari Chasan inilah trah Ratu Atut menguasai Banten bermula.

Sosok Abah Chasan sangat berpengaruh sejak tahun 1970-an. Ia memiliki seabrek jabatan sosial, politik dan ekonomi.

Pengamat politik dan pemerhati Baten Abdul Hamid menyatakan, Chasan memiliki banyak sumber kekuatan sejak dahulu. Apalagi sosoknya sebagai jawara yang telah mendirikan Satuan Karya Jawara tahun 1971, yang diorganisir untuk kepentingan Partai Golkar dalam pemenangan pemilu kala itu.

Satuan Karya Jawara yang meleburkan diri menjadi organisasi PPPSBBI ini pun merupakan proyek pemenangan pemilu di wilayah Serang khususnya dan lebih luas di Banten yang saat itu di kuasai PPP.

Akibat didukung kekuatan Partai Golkar kala itu, kelompok Abah Chasan ini banyak mendapatkan akses ekonomi dan usaha, serta mendapatkan proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan, pasar dan proyek pemerintah lainnya.

Pada saat itu sejumlah perguron atau perguruan silat bertransformasi menjadi organisasi ekonomi seperti Gapensi dan Kadin. Dan banyak tokoh-tokoh dari organisasi ini menjadi tokoh penguasa kecil di beberapa wilayah Banten lainnya.

Hanya saja, ketika Soeharto jatuh, Abah Chasan dan kelompoknya merupakan pihak yang paling siap, karena jawara dan memiliki financial yang kuat. “Walau awalnya Banten sebenarnya tidak ingin membentuk provinsi baru. Tapi begitu terbentuk juga Provinsi Banten, ya jawara ini yang paling siap,” jelasnya.Next

Halaman 1 2 3 4

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(zal/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
60%
Kontra
40%