detikcom
Minggu, 11/09/2011 03:07 WIB

Korban Tewas Akibat Tawuran di Kendal Jadi 3 Orang

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Semarang - Nyawa seorang korban luka akibat tawuran dua desa di Kendal, Jateng, yakni Desa Ngrejo dan Ringinarum Kecamatan Ringinarum, tak tertolong. Dengan demikian, korban tewas menjadi tiga orang.

Berdasarkan data di kepolisian, korban tewas adalah Heriyanto (18), Suhardi (20), dan Rohmad (20). Ketiganya warga desa Ringinarum. Nama yang disebut terakhir sebelumnya dilarikan ke RS untuk perawatan akibat luka tusukan senjata tajam.

Sumber di kepolisian yang berhasil dihubungi detikcom menyatakan kondisi lokasi kejadian sudah relatif kondusif. "Selain dari polres, kodim juga turun. Dua desa dijaga agar tidak terjadi bentrok susulan," katanya melalui sambungan telepon, Minggu (11/9/2011) dinihari.

Sejauh ini, aparat kepolisian dan TNI belum berani mempertemukan warga dua desa untuk didamaikan. Sementara, aparat hanya memberikan penyuluhan hukum kepada warga setempat.

"Belum dipertemukan. Sejauh ini belum memungkinkan," katanya.

Meski sudah berhasil mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan tewasnya tiga warga desa Ringinarum, polisi mengaku belum menangkapnya. "Pelaku masih dalam pengejaran," imbuhnya.

Kapolres Kendal AKBP Agus Suryo Nugroho belum bisa dihubungi. Konfirmasi melalui SMS juga belum direspon. Namun menurut sumber di kepolisian tersebut, kapolres turun ke lokasi kejadian begitu mendengar kejadian tersebut.

Tawuran terjadi Sabtu (10/9) sore. Selain korban tewas, tawuran itu juga menimbulkan dua korban luka tusuk dan sabetan senjata tajam, yakni Agus Setiawan (19) dan Andika (15). Keduanya warga Ringinarum.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(try/anw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
52%
Kontra
48%