detikcom

Sabtu, 10/09/2011 03:06 WIB

Pesantren PETA Bantah Muhaimin & Fauzi Adalah Santrinya

Moksa Hutasoit - detikNews
foto: Ari Saputra
Jakarta - Pondok Pesantren PETA (Pesulukan Thoriqoh Agung), Tulungagung, Jawa Timur membantah pernyataan Lily Wahid mengenai jabatan Muhaimin Iskadar dan Fauzi di tempat mereka. Muhaimin dan Fauzi tidak pernah menjadi santri di pondok pesantren ini.

"Perlu kami tegaskan bahwa, baik Sdr Fauzi maupun Sdr Muhaimin Iskandar bukan santri Pondok PETA Tulungagung, sebagaimana pernyataan Ibu Lily Wahid di atas," tulis Sekretaris Yayasan Pondok PETA, Mochamad Munib Huda dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Sabtu (10/9/2011).

Munib menjelaskan, sejak masa KH Abdul Djalil Mustaqiem hingga masa asuhan KH Sholachuddin Abdul Djalil Mustaqiem, pesantren itu memang seringkali menerima banyak tamu. Termasuk sejumlah tokoh-tokoh nasional.

"Tercatat telah banyak menerima tamu dari berbagai kalangan tokoh nasional, termasuk di antaranya Sdr Muhaimin Iskandar," tegas Munib.

Sebelumnya, Lily Wahid menuding jika Fauzi dan Muhaimin adalah santri di Pondok Pesantren PETA.

"Fauzi itu santri di pondok Peta, Tulung Agung. Muhaimin juga santri di situ. Dia itu sama-sama santrinya Kyai Jalil. Berkenalannya di situ udah belasan tahun. Kalau dia bilang nggak kenal, lucu. Mungkin secara struktural bukan stafnya tetapi bekerja untuk Muhaimin," jelas Lily di Gedung KPK, Jumat (9/9) kemarin.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mok/mei)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
68%
Kontra
32%